Breaking News:

Kunjungi LPP Tangerang, Ketum Kowani Ingin Semua Warga Binaan Bisa Akses E-Library Perpusnas

Selain itu juga meluncurkan situs resmi kepustakaan digital Kowani yang terintegrasi dengan perpusnas.go.id.

Editor: Wahyu Aji
Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.P, saat menghadiri kunjungan amaliyah Ramadan 1422 Hijriah dan talkshow peduli perempuan di lapas dengan pendekatan psikologi, agama, hukum dan HAM di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Sabtu (24/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo mendorong warga binaan yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tangerang menjadi Anggota Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Diketahui pada hari Rabu (21/4/2021) Kowani menandatangani kesepahaman bersama (Memorandum Of Understanding/MOU) dengan Perpustakaan Nasional, untuk pemanfaatan dan pengembangan perpustakaan dan kebudayaan membaca.

Selain itu juga meluncurkan situs resmi kepustakaan digital Kowani yang terintegrasi dengan perpusnas.go.id.

"Wajib teman-teman menjadi anggota Perpustakaan Nasional, karena Kowani sekarang punya E-Library. Perpustakaan elektronik. Siapa saja Warga Negara Indonesia bisa menjadi anggota Perpusnas. Nanti didaftarkan secara kolektif melalui Kowani," kata Giwo saat menghadiri acara amaliyah Ramadan 1422 Hijriah dan talkshow peduli perempuan di lapas dengan pendekatan psikologi, agama, hukum dan HAM di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tangerang, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: Perawat Wanita RS Pekerja: Kita Insan Kartini yang Perangi Covid-19

Lebih lanjut Giwo menjelaskan, meskipun menjalani masa tahanan, warga binaan di LPP Tangerang tetap bisa membaca dan mempelajari apa saja.

"Disitu ada banyak literasi tentang peremuan, perjuangan kiprah perempuan maju ada disitu. Jadi begitu keluar bisa langsung beradaptasi, adoptif kembali ke masyarakat," kata Giwo

Dalam kesempatan ini Giwo juga sempat melakukan sesi tanya jawab dengan warga binaan yang hadir dalam acara tersebut.

Dirinya berharap, bisa lebih sering bertemu dengan warga binaan, melakukan talkshow hingga menjalani program visi dan misi Kowani, meningkatkan harkat, martabat dan perlindungan perempuan.

Baca juga: Pekerjaannya Penuh Resiko, Pesan Anggi di Hari Kartini: Perempuan Bisa Loh, Jadi Stuntwoman!

Apalagi menurutnya, setiap insan perempuan adalah sosok ibu bangsa.

"Kita semua sama perempuan menjalankan kodrat sebagai wanita dan punya hak perlindungan yang sama, tapi mungkin keadaan saat ini saja berbeda, tetapi semua wanita disini itu nanti kembali ke masyarakat akan menjadi ibu bangsa," ujarnya.

Lebih lanjut Giwo mengatakan menjadi tugas Ibu Bangsa untuk melahirkan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing.

Dirinya menambahkan bahwa cita-cita para pejuang perempuan tentang Ibu Bangsa yang dicetuskan sejak 1935 atau 10 taun sebelum Indonesia merdeka.

"Jadilah ibu bangsa sejati, sebagai ibu dapat meningkatkan ekonomi keluarga disini diberi pendidikan keterampilan itulah bekal berguna saat kembali ke masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kowani juga menyeragkan antuan Alquran ke Lapas Kelas IIA Tangerang untuk para warga binaan pemasyarakatan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved