Breaking News:

Modus Matikan Lampu, Tempat Hiburan Malam di Jakarta Timur Terima Ratusan Pengunjung dan Jual Miras

Modus mematikan lampu yang dilakukan pengelola tempat hiburan malam agar bisa beroperasi di masa PPKM ditemukan di Jakarta Timur.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Kafe Hunter digerebek petugas gabungan saat razia SOTR usai melanggar prokes, Minggu (25/4/2021) dini hari - Modus mematikan lampu yang dilakukan pengelola tempat hiburan malam agar bisa beroperasi di masa PPKM ditemukan di Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Modus mematikan lampu yang dilakukan pengelola tempat hiburan malam agar bisa beroperasi di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih ditemukan di Jakarta Timur.

Dalam razia gabungan Satpol PP, Polrestro, dan Kodim Jakarta Timur pada Sabtu (24/4/2021) modus ini ditemukan di Kafe Hunter, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan pada razia berskala besar tersebut pengelola Kafe Hunter kedapatan menerima sekitar 100 pengunjung yang didominasi remaja.

"Lampu depan mereka memang dimatikan sehingga sekilas terlihat tutup, tapi saat kita datangi di dalamnya ada sekitar 100 pengunjung sedang duduk, ada yang sambil minum miras," kata Budhy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (25/4/2021).

Dalam penindakan itu pengelola Kafe Hunter mengaku tahu bahwa terlepas dari momen bulan Ramadan hingga kini Pemprov DKI Jakarta belum memberi izin tempat hiburan malam beroperasi.

Kafe Hunter digerebek petugas gabungan saat razia SOTR
Kafe Hunter digerebek petugas gabungan saat razia SOTR (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Namun mereka memilih nekat buka dengan modus mematikan lampu cafe dan meniadakan lokasi parkir kendaraan di bagian depan cafe guna mengecoh pengawasan dilakukan petugas.

"Sebelumnya Cafe Hunter ini memang sudah pernah kita datangi dan kedapatan buka, tapi saat itu kita tidak menemukan pengunjung. Karena kita curiga akhirnya semalam kita datangi lagi, ditemukanlah kerumunan pengunjung," ujarnya.

Baca juga: Balas Budi ke Petani, Anies Baswedan Ajak Kerjasama Antardaerah Soal Pangan

Baca juga: Masuk ke Jalur TransJakarta dan Minta Sopir Mundur, Pengendara Mobil Porsche Ditangkap Polisi

Baca juga: Jadi Tempat Karantina Warga India, Hotel Holiday Inn Dijaga TNI-Polri

Dalam penindakan juga dilakukan pemeriksaan narkoba lewat pemeriksaan barang bawaan dan tes urine terhadap sejumlah pengunjung, tapi hasilnya tidak ditemukan penyalahguna narkoba.

Budhy menuturkan selain memberlakukan sanksi segel karena melanggar PPKM, sebanyak 300 botol miras berbagai merek yang dijual pengelola Kafe Hunter kepada pengunjung diamankan.

Kafe Hunter digerebek petugas gabungan saat razia SOTR usai melanggar prokes, Minggu (25/4/2021) dini hari.
Kafe Hunter digerebek petugas gabungan saat razia SOTR usai melanggar prokes, Minggu (25/4/2021) dini hari. (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

"Kafe Hunternya sudah kita lakukan penyegelan, dilarang buka sampai nanti tempat hiburan malam diperbolehkan beroperasi. Pengelola Cafe juga kita kenakan denda administrasi sebesar Rp 50 juta," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved