Info Kesehatan

Sering Alami Sakit Kepala saat Puasa? Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenali penyebab dan cara mengatasi sakit kepala saat sedang berpuasa agar ibadah Ramadan Anda lancar.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Freepik
Ilustrasi sakit kepala 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Sakit kepala pusing dikeluhkan oleh orang yang sedang berpuasa.

Kenali penyebab dan cara mengatasi sakit kepala saat sedang berpuasa agar ibadah Ramadan Anda lancar.

Ketika berpuasa, kita berhenti makan dan minum selama lebih dari 12 jam.

Pada bulan Ramadan, periode puasa dilakukan selama sebulan penuh. Jika sebelumnya tak terbiasa berpuasa, maka tak heran jika sebagian dari kita merasakan efek samping.

Salah satu efek samping yang umum terjadi adalah sakit kepala atau pusing.

Mengetahui penyebab sakit kepala yang kita rasakan akan membuat kita lebih mudah mecari tahu pengobatan yang tepat.

"Meski begitu, kabar baiknya adalah tidak perlu membatalkan puasa untuk menangani sakit kepala tersebut," kata medical director Klinik Sakit Kepala dan pakar sakit kepala dari Health24, Dr Elliot Shevel, seperti dilansir News24.

Baca juga: MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika Terancam Tanpa Valentino Rossi, Diklaim akan Umumkan Pensiun

Menurut The National, secara umum ada dua jenis sakit kepala, yakni sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer umumnya berkaitan dengan stres dan biasanya muncul berupa sakit kepala tegang.

Namun, beberapa orang juga mengalami sakit kepala migrain. Sementara sakit kepala sekunder adalah akibat gangguan struktural atau metabolisme di otak. Pada kasus ini, biasanya ada patologi mendasar yang menyebabkan sakit kepala, seperti tumor otak atau pendarahan otak.

Beberapa penyebab sakit kepala saat puasa antara lain:

1. Dehidrasi

Penyebab sakit kepala yang sering terjadi saat puasa adalah dehidrasi.

Otak manusia terdiri dari air dan sangat sensitif terhadap jumlah air yang tersedia dalam tubuh.

Menurut Shevel, ketika otak mendeteksi bahwa cadangan air di tubuh rendah, maka otak akan mulai memproduksi histamin.

Baca juga: Catat 3 Amalan Utama yang Bisa Dilakukan saat Malam Lailatul Qadar, Jangan Sampai Tak Diketahui

Pada kondisi tersebut, tubuh memulai proses penjatahan dan konservasi air untuk melindungi otak sebagai antisipasi jika cadangan air tidak tersedia dalam waktu yang panjang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved