Munarman Ditangkap Densus 88

5 Fakta Munarman Ditangkap Densus: Mata Tertutup Kain Hitam hingga Sempat Minta Pakai Sandal

Seusai penangkapan, Densus 88 menggeledah kediaman Munarman dan bekas Sekretariat FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

Tayang:
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman digiring ke Rutan Polda Metro Jaya dengan mata tertutup kain hitam seusai ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada Selasa (27/4/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Mantan sekretaris umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror Polri, Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.

Munarman ditangkap di kediamannya di Klaster Lembah Pinus Modern Hill, Blok G-5/8 RT 01/RW 13, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan.

Seusai penangkapan, Densus 88 menggeledah kediaman Munarman dan bekas Sekretariat FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com merangkum sejumlah fakta terkait penangkapan eks petinggi FPI Munarman.

1. Ditangkap Terkait Aksi Terorisme

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan mantan petinggi FPI ditangkap terkait aksi terorisme.

Hal itu disampaikan Ramadhan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021) malam.

Baca juga: Munarman Ditangkap: Pengungkapan Kontroversi 6 Laskar FPI yang Tewas  hingga Komentar Fadli Zon

"Penangkapan terkait dengan dugaan keterlibatan saudara M, yaitu terkait dengan aksi-aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu yang lalu," kata Ramadhan.

2. Sempat Mengelak Saat Hendak Ditangkap

Penangkapan Munarman di kediamannya terekam dalam sebuah video berdurasi 22 detik.

Dalam video tersebut, Munarman terlihat sempat berupaya mengelak ketika hendak ditangkap.

"Ini tidak sesuai hukum. Ini harusnya...," kata Munarman.

Baca juga: Munarman Ditangkap, Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab Pastikan Hadiri Sidang Tes Swab RS UMMI

Belum sempat melanjutkan perkataannya, sejumlah anggota polisi yang memegangi kedua tangan Munarman langsung memaksanya untuk terus berjalan.

"Sudah pak nanti saja," kata salah satu anggota polisi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved