Breaking News:

Gandeng Kepolisian, Imigrasi Tangerang Perketat Pengawasan Aktivitas 4.500 Warga Negara Asing

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang perketat pengawasan ribuan warga negara asing (WNA) yang menetap atau beraktivitas di kawasan Tangerang.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Felucia Sengky saat ditemui di kantornya bicara soal pengamanan ribuan WNA di Tangerang, Kamis (29/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang perketat pengawasan ribuan warga negara asing (WNA) yang menetap atau beraktivitas di kawasan Tangerang.

Dari data yang didapatkan, setidaknya ada 4.000 sampai 4.500 WNA di Kota Tangerang.

Maka dari itu, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang pun menggandeng tiga Polres di Tangerang untuk membantu mengawasi WNA yang bekerja mau pun menetap di Tangerang.

Adalah Polres Metro Tangerang Kota, Polresta Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan yang berjibaku untuk mengawasi WNA.

Baca juga: Ratusan Ban Kendaraan di Kota Tangerang Digembos Petugas karena Parkir Liar

"Kerja sama ini terutama dalam mengakses Sipoa, Sistem Pengawasan Orang Asing. Nanti polisi akan mendapat notifikasi bila ada laporan pelanggaran orang asing yang masuk," terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Felucia Sengky Ratna, Kamis (29/4/2021).

Nantinya, masing-masing Polres akan ada seorang PIC atau penanggung jawab, untuk melihat dan mengawasi notifikasi yang masuk.

Kemudian, notifikasi tersebut akan diteruskan ke tiap Polsek yang ada di masing-masing wilayah.

"Kami juga punya Timpora atau Tim Pengawasan Orang Asing. Jadi bila terindikasi ada pelanggaran, bisa langsung ditindak," terang Sengky.

Ia menjelaskan, saat ini erdapat 4.000 hingga 4.500 WNA yang beraktifitas seperti bertempat tinggal atau bekerja di wilayah Tangerang.

Jumlah tersebut diklaim terbanyak se-Provinsi Banten.

Baca juga: Pemerintah Kota Tangerang Tawarkan Stadion Benteng Jadi Tempat Latihan RANS Cilegon FC

Pelanggaran yang biasanya dilakukan adalah melewati batas izin tinggal, lalu para Orang Asing ini bebas bermukim di pemukiman padat penduduk atau komplek apartemen.

Kemudian ada juga kejahatan siber hingga narkotika.

Sehingga, lanjut Sengky, diperlukan pengawasan ketat gabungan petugas di wilayahnya. 

"Karena kami juga ada keterbatasan jumlah personel, kami sangat terbantu dengan adanya kerjasama dengan polisi. Sehingga mempersempit pelanggaran yang mungkin saja dilakukan para orang asing," kata Sengky.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved