Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Tersangka Mafia Karantina Merupakan Pensiunan Dinas Pariwisata DKI Jakarta

Polda Metro Jaya sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus mafia karantina kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat melakukan ungkap kasus tujuh WNA India yang lolos karantina setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya sudah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus mafia karantina kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Satu di antara tersangka yang berinisial S ternyata pensiunan di Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Empat tersangka tersebut adalah S dan W, yang semula mengaku sebagai petugas bandara; JD adalah WNI yang baru pulang dari India; serta GC yang menjadi tersangka baru kemarin.

"Memang Saudara S yang mengatur, mulai dari menjemput, ini memiliki kartu pas. Dia dulu mantan pegawai, pensiunan dari Pariwisata DKI, sudah pensiun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/4).

Menurut Yusri, polisi memang menemukan kartu pas Dinas Pariwisata DKI Jakarta pada S dan RW.

"Tahu seluk-beluk bandara bahkan bisa keluar. Kami masih dalami kartu pass-nya termasuk anaknya sendiri, si RW, sama bisa ada kartu pas keluar masuk bandara kita dalami," ujar Yusri.

Sebelumnya Yusri mengatakan pihaknya telah menetapkan JD, S, dan RW sebagai tersangka kasus tersebut.

"Sekarang bertambah, inisial GC," kata Yusri..

Menurut Yusri, GC merupakan satu komplotan dengan tersangka S dan RW. GAC berperan meloloskan JD masuk ke Indonesia tanpa melewati karantina.

"Dia ini yang punya peran dan dapat bagian yang cukup besar dari pengiriman yang didapat tersangka yang mengurus ini. Dari Rp6,5 juta dari JD, Saudara GC dapat Rp4 juta bagian," sebut Yusri.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved