Breaking News:

Munarman Ditangkap Densus 88

Kubu Munarman Siapkan Bukti Ajukan Praperadilan

Tim kuasa hukum eks Sekretaris Umum FPI, Munarman bakal mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka klien mereka

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Munarman ditangkap Densus 88 dari rumahnya di Bukit Modern Blok G-5/8, RT 1/RW 13 Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (27/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Tim kuasa hukum eks Sekretaris Umum FPI, Munarman bakal mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka klien mereka dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya sedang menyiapkan bukti guna membuktikan penetapan tersangka klien oleh Densus 88 Antiteror Polri tidak sesuai.

"Tunggu saja tanggal mainnya, lagi disiapkan. Mohon maaf saya belum bisa ungkap (bukti pengajuan praperadilan) semua karena itu akan menjadi sesuatu yang penting nanti untuk disampaikan," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (29/4/2021).

Munarman yang jadi tersangka dalam kasus baiat atau pengucapan sumpah setia kepada ISIS di Kota Makassar pada 2015 silam didampingi tim kuasa hukum beranggotakan sekitar 50 orang.

Anggota tim kuasa hukum mendampingi Munarman tergabung dalam Tim Advokasi Ulama dan Aktivis (Taktis) bakal mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kalau praperadilan itu kan membahas prosesnya (penetapan penahanan dan tersangka), bukan materinya (pokok perkara). Jangan sampai nanti nanti kita beragumen lalu dibantah duluan karena sudah dibahas lebih dulu," ujarnya.

Baca juga: Viral Video Balada Cinta Sekjen FPI, Kuasa Hukum: Pak Munarman Digibahi

Baca juga: Nama Lily Sofia Ramai Diperbincangkan Sejak Munarman Ditangkap Densus 88, Apa Hubungannya?

Aziz mengklaim sejak Munarman ditangkap lalu ditahan di Rutan Polda Metro Jaya pada Selasa (27/4/2021) pihaknya dipersulit menemui klien mereka untuk membicarakan penanganan kasus.

Mengenai perkara, tim kuasa hukum membantah bila Munarman setuju dengan kegiatan ISIS pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi yang mengklaim sebagai khalifah atau pemimpin umat Islam.

"Tidak pernah mengakui. Itu yang disinformasikan kepada kami, tidak pernah mengakui Abu Bakar al-Baghdadi atau siapa lah yang mengaku sebagai khalifah sekarang ini," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved