Sate Ayam Beracun

Beda Status NA Pengirim Sate Beracun, Keluarga Bilang Masih Gadis Tapi Ketua RT Sebut Nikah Siri

Status Nani Apriliani Nurjaman (25) sang pengirim sate beracun diungkap keluarga di Majalengka dan Ketua RT di Piyungan. Mana yang benar?

(KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO)
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). Status Nani Apriliani Nurjaman (25) sang pengirim sate beracun diungkap keluarga di Majalengka dan Ketua RT di Piyungan. 

"Ya sempat kaget, karena kan mbak NA orang baik. Setahu saya kerjanya di kosmetik, bukan di salon. Karena kesibukannya, jadi jarang berkomunikasi dengan warga. Kemarin waktu menempati rumah pertama juga mengundang warga, untuk minta doa," ujarnya.

Pengakuan Ayah NA

Tetangga NA (25) di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021).
Tetangga NA (25) di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Saat ditemui di Dusun Sukaasih, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, ayah Na, Maman (45) mengatakan bahwa anaknya memang masih berstatus gadis atau single.

Maman tidak mengetahui hubungan asmara anaknya dengan polisi yang menjadi target sate beracun itu.

"Belum berkeluarga, masih sendiri. Masih gadis keneh," ujar Maman saat berbincang dengan Tribun, Selasa (4/5/2021).

Selain keluarganya tidak mengetahui kisah asmara yang sedang dijalani anaknya, NA dianggap merupakan sosok gadis yang tertutup.

Jarang ayahnya atau anggota keluarga lainnya mendapatkan curhatan hati ketika berada di rumah.

"Tidak (cerita cinta dengan polisi), orangnya pendiam soalnya. Kalau di rumah diam saja, di rumah paling 3 hari terus berangkat lagi ke Yogyakarta," ucapnya.

Ia pun kembali menyebut, bahwa komunikasi terakhir dengan NA, yakni saat menjelang bulan puasa. Saat itu, anaknya pulang selama tiga hari.

"Rencana lebaran tuh mau pulang lagi, tapi kemarin saya lihat berita justru anak saya tersandung kasus. Kaget dan masih tidak menyangka sampai sekarang," jelas dia.

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta.
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta. ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))

Keluarga Tak Menyangka

Keluarga NA (25) di Majalengka mengaku tak pernah menyangka NA bisa terlibat dalam kasus sate lontong beracun yang menewaskan anak seorang pengemudi ojek online di Bantul.

Ayah NA, Maman (45) mengaku baru mengetahui kasus tersebut, Senin (3/5) siang dari sosial media.

"Pasti kaget, tidak menyangka. Baru siang ini tahu dari sosmed," ujar Maman saat ditemui di kediamannya di Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, kemarin.

Ayah tiga anak ini menyatakan, sebelum NA ditangkap, NA sempat pulang ke Majalengka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved