Breaking News:

Kemarin Puncak Arus Mudik di Terminal Pulogebang, 2.188 Pemudik Tinggalkan Jakarta

Sebanyak 2.188 pemudik telah berangkat ke kampung halaman melalui Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana calon penumpang pada H-1 pelarangan mudik di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (5/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sebanyak 2.188 pemudik telah berangkat ke kampung halaman melalui Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Usai pemerintah menetapkan larangan mudik, sejumlah masyarakat memilih waktu lebih awal.

Alhasil pada H-2 larangan mudik, yakni Selasa (4/5/2021) menjadi puncak arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang.

"Kalau dari prediksi kami, kemungkinan kemarin,  karena memang sampe semalam pukul 01.00 WIB dari beberapa PO udah menghabiskan armadanya. Jadi mungkin hari ini agak berkurang, tidak seperti kemarin. Kemarin jumlah angkanya lumayan sekitar 2.600-an," jelas Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Terpadu Pulo Gebang Afif Muhroji di lokasi, Rabu (5/5/2021).

Adapun tujuan yang paling mendominasi yakni tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara untuk di luar Pulau Jawa, tujuan Padang paling mendominasi.

Baca juga: Perempuan Paruh Baya Curi Tas Pasien RSIA Kemang, Pelaku Hipnotis Korbannya

Baca juga: Cegah Tsunami Covid-19 Pascalebaran, Anies Baswedan Cs Diminta Bekerja Ekstra

Baca juga: Ditinggal Pergi Penghuninya, Rumah di Bekasi Dibobol Maling

"Kalau dari masa pandemi kebanyakan itu didominasi Sumatera, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kalau Sumatera khususnya ke Kota Padang, karena mungkin mereka juga berniaga bukan orang untuk liburan. Sementara Jawa Timur, Madura, mereka biasanya ada pergantian dari berjualan di toko-toko klontong," ucapnya.

Nantinya selama masa pelarangan mudik Terminal Terpadu Pulogebang turut melayani perjalanan khusus pemudik yang masuk dalam pengecualian.

Oleh sebab itu, tiap bus sudah diberi tanda berupa stiker perjalanan guna menghindari operasi penyekatan di wilayah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved