Breaking News:

Ramadan 2021

Warga Tangsel Antusias Curi Start Mudik Sebelum Dilarang, Wali Kota: Tahan Diri

Antusias warga Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mudik ke kampung halaman tinggi pada musim lebaran 2021 ini.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, usai memimpin apel gabungan Operasi Ketupat Jaya 2021, Rabu (5/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Antusias warga Tangerang Selatan (Tangsel) untuk mudik ke kampung halaman tinggi pada musim Lebaran 2021 ini.

Terlebih, pemerintah sudah menetapkan tanggal larangan mudik pada 6-17 Mei 2021, sejak jauh-jauh hari.

Para perantau yang tinggal di Tangsel menyiasati larangan pemerintah itu dengan berangkat lebih dulu alias curi start.

TribunJakarta.com sebelumnya mewartakan, para penjual tiket Perusahaan Otobus (PO) di Tangsel memperkirakan puncak arus mudik via bus adalah hari ini, Rabu (5/5/2021), tepat H-1 sebelum tanggal pelarangan.

Baca juga: Mendekati Larangan Mudik, Penumpang di Terminal Poris Plawad Tangerang Makin Meningkat

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, angkat bicara soal, euforia mudik warganya yang masih tinggi. 

Padahal, sudah sejak lama, Benyamin mengampanyekan larangan mudik dan lebaran di rumah.

Baca juga: Keluar Masuk Depok Wajib Miliki Surat Dispensasi, Begini Mekanismenya

Baca juga: Besok Larangan Mudik Lebaran 2021 Mulai Berlaku, Berikut Rincian Aturan dan yang Boleh Bepergian

Baca juga: Masih Nekat Mudik saat Lebaran 2021? Siap-siap Deretan Sanksi Ini Menanti

Ben, sapaan karibnya tetap meminta warganya untuk menahan diri, tidak pulang kampung. 

"Tahan diri untuk tidak mudik tahun ini," ujar Benyamin di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, usai memimpin apel gabungan Operasi Ketupat Jaya 2021.

Ben meminta kekompakan warganya untuk sama-sama mengurangi mobilitas pada hari raya tahun ini, demi meredam penularan Covid-19. 

Menurutnya, jika pandemi Covid-19 sudah terkendali, baru aktivitas sosial bisa kembali seperti sebelumnya. 

"Tahun ini kita laksanakan Idul Fitri di rumah masing- masing saja secara khidmat tidak menghilangkan khidmatnya Idul Fitri juga. Kita kendalikan dulu Covid-19 baru nanti kita lakukan kondisi-kondisi sosial lainnya seperti mau ketemu orang tua, saudara di kampung halaman," papar Ben.

Orang nomor satu di Tangsel itu juga menegaskan larangan mudik bagi para aparatur sipil negara (ASN).

Bagi yang tetap membandel, sanksi disiplin siap ditegakkan tanpa pandang bulu. 

"Untuk ASN di lingkup Pemerintah Kota Tangsel tanpa kecuali tidak boleh mudik, kalau memaksakan mudik mereka nanti akan dikenakan sanksi kepegawaian sesuai tingkat kesalahan," tegas Ben.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved