Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Ketum PA 212 Klaim Pegawai Bandara dan TNI-Polri Sambut Rizieq Shihab Saat Tiba di Indonesia

Slamet Maarif yang jadi saksi mengatakan pegawai-pegawai bandara, termasuk TNI-Polri itu sangat antusias menjemput Rizieq Shihab

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ilustrasi persidangan Rizieq Shihab perkara dugaan tindak pidana karantina kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Ketua Umum Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengklaim pegawai Bandara Soekarno-Hatta dan personel TNI-Polri ikut menyambut Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia pada 10 November 2020 lalu.

Hal ini disampaikan Maarif saat dihadirkan sebagai saksi a de charge atau saksi meringankan dari tim kuasa hukum Rizieq dalam sidang pelanggaran protokol kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Slamet Maarif yang jadi saksi kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung mengatakan bahwa antusias penjemputan Rizieq terjadi sejak area kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

"Karena yang saya lihat yang ada di bandara itu tidak cuman kami, tetapi pegawai-pegawai bandara, termasuk TNI-Polri itu sangat antusias menjemput habib," kata Maarif di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (6/5/2021).

Meski tak merinci jumlah, menurutnya pegawai Bandara Soekarno-Hatta dan personel TNI-Polri saat itu membuat dia dan tujuh pengurus eks FPI lain yang datang menjemput Rizieq kesulitan berjalan.

Menurutnya ada pegawai Bandara Soekarno-Hatta melakukan takbir guna menyambut Rizieq yang saat itu baru tiba di Indonesia setelah sekitar tiga tahun berada di Arab Saudi.

"Bahkan yang memulai takbir duluan itu petugas Bandara, bukan kami (eks pengurus FPI). Termasuk salah satu anggota TNI yang bersalawat ketika itu, ketika habib turun dari tangga," ujarnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Menurut BMKG untuk Wilayah Jabodetabek Kamis 6 Mei, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Maarif menuturkan bahwa personel TNI-Polri membantu eks pengurus FPI mengawal Rizieq hingga keluar Bandara Soekarno-Hatta.

Di area luar Bandara Soekarno-Hatta itu menurutnya penyambutan Rizieq masih terjadi dan tidak hanya dilakukan simpatisan FPI yang sengaja datang ke bandara guna menjemput Rizieq.

Baca juga: Ketum 212 dan Penjaga Pondok Pesantren jadi Saksi Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

"Sampai pintu keluar saya lihat pegawai-pegawai itu luar biasa, banyak yang mengambil foto, kemudian teriak-teriak habib, habib. Banyak yang menangis juga saya lihat, termasuk petugas-petugas yang jaga stand di bandara," tuturnya.

Maarif mengatakan pihaknya sempat berupaya mengimbau simpatisan yang hadir menyambut kedatangan Rizieq untuk tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Cara Membuat Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1442 H, Cocok Dibagikan pada Keluarga dan Kerabat

Kerumunan di area Bandara Soekarno-Hatta itu yang mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas dengan kerugian sekitar Rp 16 juta, pun menurut eks pengurus FPI pihaknya sudah berniat mengganti rugi kerusakan tapi ditolak pengelola bandara

"Kemudian kita keluar, juga itu di luar dugaan umat begitu luar biasa sampai kemudian saya keluar duluan. Kemudian saya bilang dikasih jarak biar Habib bisa keluar dengan leluasa dan tetap masker dipakai," lanjut Maarif.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved