Mengenal Pengelolaan Limbah Industri, Manfaat untuk Lingkungan, Berdampak ke Bekas Atlet Sepak Bola 

PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang berupaya mengelola industri limbah.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Suasana di lingkungan operasional PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Banyak pabrik atau perusahaan di Indonesia yang tak mampu mengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sehingga dapat merugikan masyarakat.

Jika dibiarkan, tentu hal tersebut dapat menimbulkan masalah baru.

Dari situlah muncul PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang berupaya mengelola industri limbah.

PR Manager PT PPLI, Arum Tri Pusposari, menjelaskan tentang bahayanya limbah B3.

Misalnya, kata dia, limbah dari smartphone yang tidak diolah secara baik dapat menimbulkan zat berbahaya.

Suasana di lingkungan operasional PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021).
Suasana di lingkungan operasional PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

"Karena di dalam smartphone itu ada bahan-bahan logam yang mengandung karat. Jika barang seperti itu sudah tidak terpakai, lebih baik diolah secara baik," jelas Arum, kepada TribunJakarta.com, di kantor PPLI, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021).

Limbah smartphone dapat berbahaya jika dibuang ke tempat sampah tanpa dikelola secara baik.

Baca juga: Hubungan Nani Pengirim Sate Beracun dengan Aiptu Tomi Bukan Nikah Siri, Sosok Ini Kini Dicari Polisi

Baca juga: Larangan Mudik Sudah Diberlakukan, Polisi Mulai Lakukan Penyekatan di Jalan Arteri dan Jalan Tol

Baca juga: Cara Mencegah Stunting dan Penyebabnya pada Anak, Orangtua Patut Tahu!

Jika limbah smartphone itu terbuang ke suatu tempat dan terkubur dalam tanah, lalu hujan, air yang mengalir untuk dikonsumsi nantinya dapat menimbulkan masalah.

"Jika air tanah yang kita konsumsi itu terpapar limbah smartphone, tentu airnya tercemar B3 dan dapat berbahaya jika dikonsumsi," jelas dia.

"Hal yang pernah terjadi yakni kecacatan pada bayi jika orang tuanya tidak sadar telah mengkonsumsi air yang terpapar B3," lanjutnya.

Suasana di lingkungan operasional PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021).
Suasana di lingkungan operasional PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Karena itu, Arum mengimbau masyarakat agar tidak membuang smartphone yang telah tidak terpakai ke tempat sembarangan.

"Sebaiknya diberikan langsung ke kotak atau drop box barang khusus limbah industri. Seperti pengisi daya smartphone, headset, kabel-kabel, baterai, dan sebagainya," jelas dia.

Drop box khusus limbah industri beberapa antaranya terdapat di Jakarta. Seperti di tiap sudut kantor Balai Kota dan Halte Transjakarta. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved