Breaking News:

Bentrok dengan Ormas Forkabi, Begini Penjelasan Ketua FBR

Forkabi sebelumnya menuding pembubaran bazar ramadan tersebut akibat ulah para anggota FBR.

Editor: Erik Sinaga
Google/Net Via Tribunnews
Ilustrasi Bentrokan 

TRIBUNJAKARTA.COM-Hamdi selaku ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Gardu 0200 Pejaten Timur membantah bahwa pihaknya yang membubarkan kegiatan bazar ramadan yang digelar di kawasan itu.

Pihak ormas Forkabi sebelumnya menuding pembubaran bazar ramadan tersebut akibat ulah para anggota FBR.

Hamdi menerangkan, pada Mei 2021 ada kegiatan Bazar di Jalan Swadaya I Rt.006/09 Kel Pejaten Timur tepatnya di depan kantor Sekertariat Gardu FBR 0200.

"Acara berjalan lancar. Kemudian pada hari ini  7 Mei 2021 Pukul 13.00 WIB rencana akan ada bazar kembali. Namun oleh unsur tiga pilar datang ke lokasi dan menghimbau agar tidak ada kegiatan bazar selama pandemi," jelas Hamdi dalam laporan ke pihak kepolisian.

Ia kemudian mendapatkan laporan dari anggotanya bahwa dan beberapa bendera FBR dirusak dan dibuang ke got oleh pelaku yang diduga oknum ormas Forkabi.

Hamdi menegaskan, pihaknya sama sekali tidak melarang digelarnya bazar ramadan di dekat gardu mereka.

"Bahwa adanya Bazar tersebut tidak ada kaitannya dengan Ormas FBR, yang melarang pun adalah dari unsur tiga pilar. Namun kenapa mereka melampiaskan kemarahannya dengan merusak banner dan bendera Ormas FBR?" ungkapnya lagi.

Kronologis kejadian

Diberitakan sebelumnya, dua organisasi kemasyarakatan Betawi, yakni Forum Betawi Rempug (FBR) dan Forkabi terlibat perselisihan di Jalan Swadaya, Kelurahan Pejaten Timur,Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Perselisihan dilatari oleh masalah penyelenggaraan bazar ramadan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved