Breaking News:

Ramadan 2021

3 Hari Larangan Mudik Diterapkan, 109 Penumpang Berangkat dari Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur

Jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur yang diberangkatkan saat larangan mudik.

Istimewa
Kondisi area keberangkatan bus AKAP di Terminal Terpadu Pulo Gebang saat larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah berlaku di Jakarta Timur, Jumat (7/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur yang diberangkatkan saat larangan mudik terus bertambah.

Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang Bernard Pasaribu mengatakan selama tiga hari larangan mudik berlaku sudah 109 penumpang Bus AKAP terbatas diberangkatkan.

"Tanggal 6 Mei keberangkatan penumpang sebanyak 27, tanggal 7 Mei sebanyak 42 penumpang, dan tanggal 8 Mei sebanyak 40 penumpang," kata Bernard saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (9/5/2021).

Sementara total bus AKAP terbatas berstiker khusus Kemenhub dari sejumlah perusahaan otobus (PO) yang digunakan memberangkatkan ke-109 penumpang sebanyak 43 bus.

Ke-109 penumpang tersebut bisa melakukan perjalanan saat larangan mudik 1442 Hijriah karena sudah memenuhi syarat seusai Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021.

"Untuk tanggal 9 Mei, data sampai pukul 15.00 WIB tercatat ada 5 penumpang diberangkatkan menggunakan 5 bus AKAP terbatas. Untuk keberangkatan yang hari ini ditolak sudah ada tujuh penumpang," ujarnya.

Bernard menuturkan tujuh penumpang yang berdasar data hingga pukul 15.00 WIB keberangkatannya ditolak karena tidak memenuhi syarat sesuai Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 nomor 13 tahun 2021.

Baca juga: Terminal Pulo Gebang Tolak Tujuh Penumpang Lakukan Perjalanan di Hari Pertama Larangan Mudi

Baca juga: Terminal Pulo Gebang Tidak Batasi Jam Keberangkatan Penumpang Selama Larangan Mudik

Baca juga: PO di Terminal Terpadu Pulo Gebang Mengeluh Rugi Meski Sudah Naikkan Harga Tiket

Dalam SE tersebut warga yang bisa melakukan perjalanan saat larangan mudik antara lain terkait keperluan bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal.

Ibu hamil yang didamping satu anggota keluarga, kepentingan persalinan didampingi maksimal dua orang, dan kepentingan nonmudik tertentu lain yang dilengkapi surat keterangan dari Kepala Desa/Lurah setempat.

Dalam hal perjalanan dinas, aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, dan pegawai swasta harus menunujukkan surat tugas tercantum tanda tangan pimpinan, dan cap instansi atau perusahaan.

"Rata-rata penumpang melakukan perjalanan dinas swasta. Sejauh ini keberangkatan penumpang yang ditolak karena berkas persyaratannya tidak lengkap. Kalau ditolak karena hasil rapid test antigennya positif Covid-19 belum ada," tuturnya.

Selama larangan mudik berlaku pada tanggal 6-17 Mei 2021 keberangkatan bus AKAP terbatas hanya dibuka di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur dan Terminal Kalideres, Jakarta Barat. (*)

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved