Breaking News:

PO di Terminal Terpadu Pulo Gebang Mengeluh Rugi Meski Sudah Naikkan Harga Tiket

Pengurus PO Sahabat di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Martahan Hutagaol mengatakan kenaikan harga tiket tetap tidak bisa menutup biaya operasional

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi di area keberangkatan Terminal Terpadu Pulo Gebang jelang larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 berlaku di Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Langkah perusahaan otobus (PO) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur menaikkan harga tiket menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah tidak membuat mereka meraup untung.

Meski sudah menaikkan harga tiket keberangkatan penumpang sekitar 50 persen sejak tanggal 1 Mei 2021 atau lebih awal dari yang biasanya H-7 sebelum lebaran karena adanya larangan mudik.

Pengurus PO Sahabat di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Martahan Hutagaol mengatakan kenaikan harga tiket tetap tidak bisa menutup biaya operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP).

"Sekarang harga tiket tujuan Cirebon, Kuningan, Jawa Barat Rp 150 ribu. Tapi tetap tidak menutupi biaya operasional keberangkatan karena penumpang sepi. Cuman bawa dua, tiga orang. Paling banyak lima penumpang," kata Martahan saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (1/5/2021).

Pun masih tersisa empat hari sebelum larangan mudik berlaku pada tanggal 6 Mei 2021 atau H-7 sebelum Idul Fitri pihaknya pesimis jumlah keberangkatan penumpang bakal melonjak.

Semenjak pandemi Covid-19 melanda tahun 2020 lalu jumlah keberangkatan per hari penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang anjlok menjadi rata-rata di bawah 1.000 penumpang.

Padahal sebelum pandemi Covid-19 keberangkatan penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang pada hari kerja berkisar 2.000-3.000 penumpang, sementara hari libur 4.000-5.000.

Baca juga: Polisi Amankan 15 Mahasiswa Papua Saat Unjuk Rasa Hari Buruh di Monas

Baca juga: PO di Terminal Pulo Gebang Mulai Naikkan Tiket Keberangkatan, Lonjakan Harganya Hingga 50 Persen

Baca juga: Langgar Jam Operasional, Warung Kopi di Tugu Utara Diberi Sanksi Tertulis

"Kalau begini terus lebih baik stop operasi. Apakah langganan kita harus kita paksa bayar mahal? Tentu tidak mungkin kan. Kalau harga tiket dinaikkan lagi kita bisa kehilangan kepercayaan pelanggan," ujarnya.

Menurut Martahan pemberlakuan larangan mudik menguntungkan PO yang beroperasi di terminal bayangan dan perusahaan travel tidak resmi karena masih luput dari pengawasan petugas.

Pun Terminal Terpadu Pulo Gebang termasuk yang operasional bus AKAP-nya boleh beroperasi selain Terminal Kalideres pada larangan mudik 6-17 Mei 2021, hal itu dirasa bukan jadi kabar baik.

Mengingat pemerintah menerapkan syarat ketat bagi pelaku perjalanan seluruh moda transportasi, warga yang hendak melakukan perjalanan mudik dari terminal pun tidak diperkenankan.

"Kemungkinan nanti (saat larangan mudik berlaku) perusahaan membatasi armada yang beroperasi. Yang biasanya 10 unit jalan hanya dijalankan dua atau tiga unit bus saja," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved