Satpol PP DKI Ikut Berjaga di Tujuh Lokasi Penyekatan Mudik 

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpop PP) DKI Jakarta ikut menjaga kawasan yang menjadi penyekatan mudik lebaran 2021.

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Petugas Satpol PP Kecamatan Duren Sawit dan keamanan TPU lakukan patroli prokes ke peziarah di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (10/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpop PP) DKI Jakarta ikut menjaga kawasan yang menjadi penyekatan mudik lebaran 2021.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengatakan terdapat tujuh lokasi yang terdapat anak buahnya.

Di antaranya yakni di terminal kawasan Joglo, Kalideres, dan Jalan Raya Bogor.

"Kami juga membantu untuk larangan mudik di terminal dekat Pasar Jumat dan Ciledug," kata Arifin, saat dihubungi, Minggu (9/5/2021).

"Ada juga di dua lokasi jalan tol, pintu tol Cikupa dan juga Cikarang Barat," lanjutnya.

Baca juga: Menangis, Joanna Alexandra Cerita Detik-detik Dikabari Raditya Oloan Meninggal: Aku Masih di Jalan

Baca juga: Cegah Klaster Bukber, Satpol PP Patroli Protokol Kesehatan di Mal Jelang Buka Puasa

Baca juga: Elite Gerindra Bela Jokowi Soal Polemik Bipang Ambawang, Presiden Hanya Sebagai Bintang Iklan

Selain di sana, kata Arifin, anggota Satpol PP DKI Jakarta juga mengawasi tempat wisata dan Pasar Tanah Abang. 

Hal ini bertujuan mencegah kerumunan saat pandemi Covid-19. 

"Pedagang tidak menutup jalan trotoar, nah itu yang kami harapkan. Tanah Abang ini kan setiap tahun selalu dikunjungi banyak orang," jelas Arifin.

Para pedagang dilarang berjualan di atas trotoar juga karena tidak boleh menutup akses pejalan kaki.

Arifin mengatakan, roda ekonomi di Pasar Tanah Abang boleh berjalan asal mematuhi aturan.

Apalagi saat pandemi Covid-19, kata Arifin para pedagang wajib mematuhi protokol kesehatan. 

"Pedagang dan pengunjung bukan cuma dari Jakarta, tapi dari berbagai daerah. Karena situasinya masih Covid-19, maka kami harus kendalikan," tutur Arifin.

"Jadi kami batasi dan semua aktivitas ekonominya agar berjalan, tapi tidak mengabaikan Covid-19 yang masih terjadi di jakarta," tutur dia. (*)
 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved