Pemudik Asal Tangerang Sampai Lima Kali Diputar Balik di Pos Penyekatan, Tak Kapok Demi Bertemu Anak
Arifin mengaku sudah lima kali diminta putar balik oleh petugas di pos penyekatan Kedungwaringin tersebut.
"Tahun lalu kita tunda mudik, tahun ini rasanya gimana kalau engga mudik lagi. Kalau mau pulang setelah larangan mudik kan bisa saja, tapi kan yang dicari momen hari raya, permintaan anak juga," keluhnya.
Dia juga baru bisa melakukan perjalanan mudik setelah kerjanya disebuah pabrik libur.
"Saya kalau engga ada kerjaan mah, dari sebelum tanggal 6 Mei itu mau balik. Tapi ya gimana kerjaan belum libur, baru sekarang (Selasa) ini," ucapnya.
Arifin meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan larangan mudik ini. Pemerintah tinggal melakukan pengetatan saja dengan memeriksa kesehatan pemudik.
"Tinggal cek saja kesehatannya, kita juga pasti patuh protokol kesehatan," tandasnya.
Arus pemudik yang melintasi Jalur Pantura, Kedungwaringin, perbatasan Bekasi-Karawang semakin ramai saat lewat tengah malam, pada Selasa (11/5/2021).
Pantauan Wartakotalive.com pukul 00.20 WIB, kendaraan yang didominasi sepeda motor terus berdatangan memadati titik penyekatan tersebut.
Awalnya kepadataan kendaraan terjadi hanya sekira satu kilometer, saat ini kemacetan terjadi mencapai tiga kilometer lebih.
Saat ini kemacetan terjadi tak hanya di jalur arah ke Karawang. Akan tetapi juga arah menuju ke Jakarta. Hal itu disebabkan sejumlah pengendara motor berhenti dipinggir jalan dan hendak nekat melawan arus.
Petugas kepolisian terus berusaha mengatur arus kendaraan, dan meminta pengendara yang berhenti segera kembali pulang. Polisi juga mencegah para pemotor yang hendak lawan arus di lokasi tersebut.
Bunyi klakson kendaraan membuat bising suasana, ditambah para pemotor yang sulit diatur membuat aparat tampak emosi.
"Putar balik, putar balik. Kalian melawan petugas, kasihan keluarga kalian keluarga kami. Sudah di rumah aja engga usah mudik," kata aparat dengan nada tinggi.
Arus kendaraan tak henti-hentinya berdatangan melintasi titik penyekatan tersebut. Petugas yang kalah jumlah, sempat beberapa kali membuka tutup titik penyekatan tersebut. (MAZ)