Breaking News:

Perakit Bom Bali I Ali Imron Meminta Maaf ke Korban Beserta Keluarganya: Saya Sengaja Tidak Banding

Pelaku yang kini menjadi narapidana terorisme ( Napiter) kasus Bom Bali I Ali Imron insyaf, ledakan tersebut porak-porandakan Bali, Oktober 2002.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana Kasus Bom Bali 1 Ali Imron saat wawancara eksklusif dengan Tribun Network di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pelaku yang kini menjadi narapidana terorisme ( Napiter) kasus Bom Bali I Ali Imron insyaf.

Ali Imron menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan keluarga korban yang meninggal dunia dalam insiden ledakan beruntun di kasus Bom Bali I, Oktober 2002 silam.

Permohonan maaf itu disampaikan Ali saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Selasa (11/5/2021).

"Dalam kesempatan ini, saya sekali lagi memohon maaf kepada mereka, baik yang ada di Indonesia maupun di negara manapun, baik yang Muslim maupun NonMuslim, dari hati saya yang paling dalam saya mohon maaf," kata Ali Imron.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Idulfitri yang Bisa Dibagikan ke Keluarga dan Kerabat saat Lebaran

Dalam kasus Bom Bali I, Ali Imron bertindak sebagai koordinator lapangan dan perakit bom.

Aksi pengeboman beruntun di Paddy's Cafe, Sari Club, dan Kantor Konsulat Amerika Serikat di Denpasar, Bali itu didalangi Ali bersama Mukhlas, Imam Samudera, dan Amrozi.

TONTON JUGA:

Total korban meninggal dunia dalam insiden Bom Bali I mencapai 202 jiwa.

Ali Imron diganjar hukuman penjara seumur hidup atas aksi Bom Bali I.

Baca juga: Bacaan Takbiran Idulfitri 2021 Beserta Panduan Lengkapnya dari Kementerian Agama

Ali Imron, yang kini telah insyaf, mengaku masih menyesali perbuatannya.

Ketika dituntut 20 tahun penjara dan akhirnya didakwa penjara seumur hidup, Ali Imron sengaja tidak mengajukan banding.

"Apa pertimbangan saya? Kalau saya banding, saya akan menyakiti hati para korban dan keluarga korban," kata Ali.

Baca juga: Emak-emak Ngamuk di Penyekatan Mudik: Saya Lebih Baik di Penjara daripada Putar Balik, Anak Nangis

Selain itu, Ali kini aktif mengkampanyekan program deradikalisasi sebagai upaya menanggulangi aksi terorisme di Indonesia.

Kampanye deradikalisasi menjadi keseharian Ali yang sementara ini mendekam di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta.

"Mulai kepada para pembesuk, baik kenal tidak kenal, itu yang saya lakukan. Bahkan ke tahanan narkoba saya lakukan seperti itu," tutur Ali Imron.

Editor: Suharno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved