Idul FItri 2021

Lebaran 2021, Wali Kota Jakarta Pusat Bersyukur Tak Ada Kerumunan di TPU Karet Bivak

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma bersyukur tidak ada kerumunan di TPU Karet Bivak Kamis (13/5/2021)

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Suasana di depan TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, tampak kering, pada Selasa (22/9/2020). Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma bersyukur tidak ada kerumunan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Karet Bivak, Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma bersyukur tidak ada kerumunan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/5/2021).

Sebab, masyarakat biasanya berbondong-bondong berziarah ke TPU Karet Bivak saat lebaran.

"Alhamdulillah aktivitas di sini tidak ada kerumunan dan itu patut kita syukuri," kata Dhany, saat meninjau TPU Karet Bivak, hari ini.

"Karena kalau dibuka secara umum kurang lebih ada 48.000 yang berkunjung ke sini. Ini berpotensi kerumunan kalau dibuka," lanjutnya.

Meski begitu, Dhany menyatakan TPU Karet Bivak akan dibuka jika ada yang meninggal dunia dan perlu dimakamkan.

Baca juga: Punya Kewajiban Berdinas, Kapolres Jakut Kombes Guruh Arif Tak Mudik Lebaran Selama Puluhan Tahun

"Tidak hanya ada larangan ziarah, tetapi jika memang ada risiko peristiwa kematian tentu akan dibuka," jelas dia.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan terdapat 40 ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.

Karena itu, Irwandi mengimbau agar masyarakat tidak berziarah ke makam sanak saudaranya menjelang maupun di saat lebaran 2021.

Baca juga: Taman Margasatwa Ragunan Batasi Jumlah Pengunjung Maksimal 30 Ribu Selama Libur Lebaran 2021

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berkunjung ke makam atau ziarah di saat pandemi Covid," kata Irwandi, saat diwawancarai di kantornya, Selasa (11/5/2021).

"Misalnya di TPU Karet Bivak kan ada 40 ribu makam, misalnya menerapkan 50 persen dari kapasitas, kan masih banyak, 20 ribu dan yang datang tidak mungkin satu orang, pasti bersama keluarga," lanjutnya.

Seperempat dari kapasitas peziarah pun masih dinilai terlalu banyak, yakni sepuluh ribu orang.

"Kalau saja seperempatnya, ya sepuluh ribu, masih banyak. Jadi, harus patuhi seruan gubernur ini, bukan tanpa alasan. Mungkin berikutnya setelah ini ziarah bisa diatur lah waktunya," tutur Irwandi.

"Mungkin tidak di saat hari idulfitri, yang penting doa kita," lanjutnya.

Dia berharap, dengan tidak adanya kerumunan saat lebaran 2021 kasus positif Covid-19 tidak melonjak.

"Mungkin nanti tiga pilar (TNI-Polri dan Satpol PP) akan bertugas mencegah kerumunan saat lebaran nani. Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan kasus positif covid," harap Irwandi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved