Kinerja Buruk, Kepala BPAD DKI Pujiono Mengundurkan Diri

Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Pujiono mengundurkan diri dari jabatanya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Net
ilustrasi mengundurkan diri Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Pujiono mengundurkan diri dari jabatanya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Pujiono mengundurkan diri dari jabatanya.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini resmi mengundurkan diri pada 17 Mei 2021.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Maria Qibtya mengatakan, Puji mengundurkan diri lantaran tak sanggup lagi mengemban tugas yang diberikan Anies kepada dirinya.

“Pak Puji sudah mengundurkan diri dengan alasan target-target kinerja yang kurang memenuhi capaian yang ditargetkan,” ucapnya, Kamis (20/5/2021).

Selanjutnya, posisi yang ditinggalkan Puji bakal digantikan sementara oleh Pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk langsung oleh Gubernur Anies Baswedan.

“Nanti pakai Plt karena terkait dengan administrasi, baik kepegawaian dan keuangan harus ada kepalanya. Tidak boleh kosong, kalau enggak ada, organisasi enggak bisa jalan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Plt tersebut nantinya bakal bertugas selama Pemprov DKI masih mencari sosok lain lewat lelang jabatan.

Maria pun menargetkan, Kepala BPAD definitif dan 17 jabatan eselon II yang saat ini masih lowong bakal segera diisi pejabat definitif.

Baca juga: Jalan Wolter Monginsidi Ditutup Imbas Pekerjaan Utilitas, Ini Rekayasa Lalu Lintas

“Nanti kami lelang lagi jabatan yang masing kosong. Karena diharapkan tahun ini, jabatan-jabatan yang kosong bisa terisi dengan pejabat definitif,” tuturnya.

Kasus pengunduran diri pejabat Pemprov DKI dengan alasan kinerja buruk bukan kali ini saja terjadi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Tsani Annafari lebih dulu mengundurkan diri dengan alasan serupa pada akhir Februari 2021 lalu.

Padahal, saat mengundurkan diri, Tsani belum genap sathun menduduki jabatan tersebut.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengungkapkan bahwa Tsani mengundurkan diri lantaran merasa tak percaya diri mengelola anggaran daerah yang mencapai puluhan triliun rupiah.

Baca juga: Hakim Tegur Rizieq Shihab karena Pakai Syal Atribut Palestina di Ruang Sidang

"Saat rapat Badan Anggaran yang kaitannya dengan pendapatan asli daerah, kami minta dia harus punya rasa optimis dan terukur," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved