Breaking News:

PPDB 2021

Usia Tak Lagi Jadi Prioritas, PPDB DKI Jakarta Jalur Zonasi Kini Berbasis RT/RW

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun Ajaran (TA) 2021/2022 bakal segera dibuka Juni nanti.

tribunpontianak
ilustrasi - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun Ajaran (TA) 2021/2022 bakal segera dibuka Juni nanti. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta Tahun Ajaran (TA) 2021/2022 bakal segera dibuka Juni nanti.

Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan pun telah menyiapkan sejumlah mekanisme yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 32/2021.

Dalam aturan itu, jalur PPDB untuk jenjang SMP dan SMA tak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu, dimana ada empat jalur yang dibuka.

Pertama, jalur prestasi yang terdiri dari akademik dengan kuota 18 persen dan non-akademik dengan kuota 5 persen.

Kemudian, jalur afirmasi dengan kuota 5 persen, jalur zonasi dengan kuota 50 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua dan anak guru dengan kuota 2 persen.

ilustrasi
ilustrasi (tribunpontianak)

Untuk pendaftaran jalur zonasi yang mendapat porsi terbesar dalam PPDP TA 2021/2022, usia tak lagi menjadi prioritas utama.

Jalur zonasi yang digunakan pun kini tak lagi berbasis kelurahan, melainkan RT/RW calon peserta didik yang dekat dengan sekolah.

"Jadi prioritas satu itu buat anak-anak yang tinggal satu RT dengan RT sekolah," ucap Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Jadwal Final Liga Champions Manchester City vs Chelsea, Simak Juga Link Live Streaming

Baca juga: Korsleting Listrik, Mobil Terbakar Saat Melintas di Jalan Matraman Raya

Baca juga: Kemenpan RB Bocorkan Formasi Jelang Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Syarat Lolos Administrasi

Kemudian, prioritas kedua ialah calon siswa yang tinggal di RT lain yang berdekatan atau bersinggungan langsung dengan RT sekolah itu berada.

Prioritas ketiga ialah kelurahan yang bersinggungan dengan kelurahan sekolah. Ini sudah kami klasifikasi dan sudah kami lokalisir," ujarnya saat dikonfirmasi.

"Insya Allah seluruh kelurahan bisa daftar di sekolah negeri Jakarta," tambahnya menjelaskan.

Seleksi usia yang sebelumnya menjadi prioritas pun baru akan digunakan bila pendaftar di suatu sekolah melebihi daya tampung.

"Misalnya SMP ini daya tampungnya 100, ternyata prioritas ketiga yang datang 200-300 orang, berarti kan lebih tuh. Nah, karena lebih, maka yang diutamakan yang lebih tua dulu jadi seleksinya belakangan," tuturnya.

"Tapi kalau misalnya yang daftar 100, tapi yang datang 99, ya sudah nyemplung semua masuk daftar," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved