Antisipasi Virus Corona di DKI
Wagub Ariza Ingatkan Warga Hati-hati Karena 2 Kasus Mutasi Covid-19 India ditemukan di DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warganya waspada terhadap penyebaran varian baru virus corona.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warganya waspada terhadap penyebaran varian baru virus corona.
Sebab, beberapa kasus mutasi Covid-19 sudah ditemukan di ibu kota.
"Kami minta masyarakat menjalankan protokol kesehatan secara baik, secara sungguh-sungguh. Apalagi ada varian baru dari India, Afrika Selatan, dan Inggris, mohon masyarakat lebih berhati-hati," ucapnya, Kamis (20/5/2021) malam.
Dari ketiga jenis mutasi virus corona itu, varian dari India disebut menjadi yang paling berbahaya.
Hingga kini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun telah menemukan ada dua kasus Covid-19 varian B1617 ini.
"Mutasi corona India sudah masuk Jakarta, kita harus lebih hati-hati, lebih teliti," ujarnya di Balai Kota Jakarta.
Berdasarkan informasi yang didapat TribunJakarta.com, penularan mutasi Covid-19 India ini memiliki tingkat penularan dua kali lebih cepat dibandingkan varian virus corona SARS-CoV-2).
Virus jenis ini juga yang menyebabkan tsunami pandemi Covid-19 melanda negara India beberapa bulan terakhir ini.
Baca juga: Wagub Ariza Ungkap Penyebab Belasan Jabatan Eselon II Pemprov DKI Kosong: Ini Kan Biasa
"Untuk warga harus hati-hati, apalagi varian tersebut gejalanya tidak terlihat, penularannya cepat dan ini yang harus kita antisipasi," kata Ariza.
Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas, Pemprov DKI telah memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 31 Mei 2021 mendatang.
Selain untuk mengatasi varian baru virus corona, kebijakan ini juga diambil demi membendung lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran.
"Perpanjangan PPKM Mikro sampai 31 Mei itu semuanya masih sama seperti dua minggu sebelumnya, tidak ada perubahan yang signifikan di situ," ucapnya.
Baca juga: Gelar Operasi Kemanusiaan, Polda Metro Jaya Sebut 192 Pemudik Reaktif Covid-19
Guna mencegah tsunami Covid-19 seperti di India, Pemprov DKI kini juga tengah menggencarkan program vaksinasi.
Total sebanyak 8 juta lebih warga Jakarta menjadi sasaran program ini.
Baca juga: Positif Covid-19, Dua Warga Warakas yang Baru Tiba dari Mudik Lebaran Dikirim ke Wisma Atlet
"Kami terus meningkatkan program vaksinasi lebih masif lagi, lebih banyak, lebih cepat lagi agar terjadi pelandaian kasus Covid," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ahmad-riza-patria-saat-ditemui-di-balai-kota-selasa-452021.jpg)