Breaking News:

2 Pekan Usai Lebaran Jakarta Terus Diserbu Pendatang, Jumlahnya Capai 16.000 Orang

Warga pendatang dari berbagai daerah terus berdatangan menyerbu ibu kota hingga dua pekan usai hari raya Lebaran 2021.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Warta Kota/Henry Lopulalan
ILUSTRASI- Penumpang KA Matraremaja baru turun di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2017). Pemudik masuk kembali ke Jakarta. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Warga pendatang dari berbagai daerah terus berdatangan menyerbu ibu kota hingga dua pekan usai hari raya Lebaran 2021.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI mencatat, jumlah warga pendatang yang tiba di Jakarta sudah lebih dari 15.000 orang.

"Warga non DKI Jakarta yang tiba di ibu kota hingga pagi tadi pukul 08.00 WIB mencapai 16.723 orang," ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dukcapil DKI Budi Awaludin, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Dukcapil Catat 9.537 Pendatang Tiba di DKI Jakarta pasca Lebaran 13 Mei Lalu

Fenomena urbanisasi warga daerah menuju ibu kota usai hari raya Lebaran memang seolah sudah menjadi tradisi.

Mereka nekat mengadu nasib di Jakarta untuk menjadi pekerjaan dan penghasilan yang lebih layak lagi.

Umumnya, mereka diajak oleh sanak keluarga atau kerabat yang sudah menetap di ibu kota.

Walau jumlah warga terus bertambah, Pemprov DKI menegaskan tetap membuka diri kepada para pendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, tak ada larangan bagi siapapun yang ingin ke ibu kota, termasuk para warga pendatang.

Baca juga: Swab Test Antigen Masal Hanya Dilakukan di Satu RT di Ciracas, Ini Penjelasan Lurah

Hal ini dikatakan Anies terkait penyekatan yang bakal dilakukan guna mengantisipasi arus balik mudik Lebaran 2021.

"Saya garis bawahi bahwa kebijakan Jakarta tidak pernah melarang orang masuk Jakarta," ucapnya, Senin (17/5/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, penyekatan yang dilakukan pun hanya sekedar mengecek kesehatan para pemudik yang baru balik dari daerah.

"Dalam kondisi pandemi, sebelum lebaran kami menganjurkan tidak bepergian, sesudah lebaran kita lakukan pengecekan kepada mereka yang masuk," ujarnya di Balai Kota.

"Jadi, ini bukan pelarangan masuk Jakarta, tapi ini melakukan screening untuk mendeteksi agar warga Jakarta tidak bepergian, mentaati anjuran, mereka terlindungi," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved