Ular Sanca Sepanjang 3,5 Meter Terjebak di Paralon Rumah Warga Hingga Menjadi Bangkai

Penghuni rumah tersebut mencurigai bau itu bersumber dari dalam paralon. Awalnya, ia mengira bau itu berasal dari bangkai tikus.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Dokumentasi Damkar Cilandak
Petugas damkar Cilandak mengevakuasi ular sanca yang mati di paralon rumah warga pada Senin (31/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Seekor ular sanca sepanjang 3,5 meter ditemukan mati di dalam paralon rumah warga di Jalan Kompleks Cireunde Permai I, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Penemuan ular itu berawal saat penghuni rumah bernama Ayu mencium bau bangkai menyengat di lantai dua rumah.

Penghuni rumah tersebut mencurigai bau itu bersumber dari dalam paralon. Awalnya, ia mengira bau itu berasal dari bangkai tikus.

"Awalnya pemilik rumah kaget kok pas hujan air pembuangannya mampet. Setelah dicek ada seekor ular sanca yang sudah menjadi bangkai," ujar Komandan Regu Grup B Sektor V Cilandak, Subiyanto pada Senin (31/5/2021).

Penghuni rumah lalu melaporkan kepada petugas damkar Cilandak.

Pihak damkar menerima berita sekitar pukul 11.00 WIB.

Dikerahkan 9 personil untuk mengevakuasi ular yang sudah mati tersebut.

Selama mengevakuasi ular itu, petugas mengenakan self contained breathing apparatus (SCBA) atau tabung oksigen lantaran bau yang menyengat di sekitar lokasi penemuan.

Baca juga: 80 Warga di RT 03 RW 03 Cilangkap Masih Positif Covid-19

Baca juga: PPDB Tahun Ajaran 2021-2022 di Kota Tangerang Masih Bisa Pakai Jalur Prestasi, Begini Penjelasannya

Baca juga: Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro Masuk Bursa Calon Wali Kota 2024

Pasalnya, Subiyanto dan petugas damkar sempat muntah akibat mencium bau bangkai yang menusuk hidung.

Petugas juga menghadapi kendala lantaran separuh badan dari ular tersebut sudah terputus sehingga masih tertinggal di dalam paralon.

"Sisanya yang masih di dalam paralon, kita dorong pakai air," terangnya. 

Diduga, lanjut Subiyanto, ular sudah berada di dalam paralon selama satu minggu.

Akhirnya, ular tersebut pun berhasil dievakuasi petugas damkar sekitar pukul 12.45 WIB.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved