Breaking News:

Satpol PP Bongkar Bangunan Tanpa IMB di Kebagusan Jaksel, Wartawan Peliput Dihadang Oknum Ormas

Puluhan anggota Satpol PP membongkar sebuah bangunan di Jalan Tegangan Tinggi PLN, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Pintu masuk menuju bangunan yang akan dibongkar di Jalan Tegangan Tinggi PLN, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Puluhan anggota Satpol PP membongkar sebuah bangunan di Jalan Tegangan Tinggi PLN, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2021).

Kasatpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengatakan, bangunan tersebut dibongkar karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Tidak ada IMB dia, tapi dia sudah menunjukan IRK (Izin Rencana Kota) menuju IMB. Jadi IRK dia sudah ada menuju ke proses IMB," kata Ujang di lokasi.

Rencananya, jelas Ujang, bangunan yang terdiri dari lima pintu itu bakal dijadikan kos-kosan.

Ia menyebut di lokasi tersebut tidak diperbolehkan dibangun tempat usaha, dan hanya diizinkan membangun rumah tinggal.

Baca juga: Kisah Pemuda Asal Ciracas Bersepeda 1.100 KM Sambil Kibarkan Bendera Palestina, Demi Aksi Mulia

"Ya karena bentuknya nggak boleh kos-kosan atau tempat usaha lah. Jadi seharusnya dia memiliki IMB-nya dulu. Jadi permasalahannya itu, dia terlambat mengurus perizinan," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah orang yang diduga oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) berupaya menghadang awak media untuk meliput kegiatan pembongkaran itu.

Padahal, wartawan hadir atas undangan dari Suku Dinas Komunikasi dan Informatika (Sudin Kominfotik) Jakarta Selatan.

"Wartawan nggak boleh masuk. Maaf, sekali lagi diulangi, wartawan tidak boleh masuk," ujar seorang oknum anggota ormas.

Oknum anggota ormas itu tidak menjelaskan alasan melarang wartawan untuk meliput.

"Nanti ikut instruksi saya. Kalau sudah kelar (pembongkaran) nggak apa-apa. Sudah sekarang keluar. Sekali lagi wartawan nggak boleh masuk, nggak boleh ngerekam. Kalau nggak, saya benturin nih," kata oknum anggota ormas itu.

Setelahnya, pintu masuk menuju bangunan yang akan dibongkar langsung ditutup. Wartawan tetap tidak diperkenankan meliput.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved