Breaking News:

Program PEN Dinilai Efektif Tingkatkan Ketahanan Ekonomi

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional

Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi petugas bersiap salurkan paket bantuan sosial (bansos). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 23 Tahun 2020.

Kepala Departemen Ekonomi Centre of Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) efektif membantu perbaikan ekonomi tengah krisis pandemi.

Menurut Yose, berbagai stimulus yang diberikan dalam program PEN secara tidak langsung mampu meningkatkan ketahanan ekonomi secara keseluruhan.

"Pertumbuhan ekonomi alami peningkatan dan semakin menguat pada kuartal II-2021. Hal ini tercermin dari PMI (Purchasing Manager's Index) Manufaktur yang terus meningkat ke level 55,3 di Mei 2021 dibandingkan pada April 2021. Melalui program PEN, pertumbuhan ekonomi semakin bergerak ke arah positif," ujar Yose dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Terkait dengan PEN, Yose menyoroti pemberian bantuan sosial (bansos) yang dinilai efektif meningkatkan permintaan terhadap perekonomian. Ia menyebut pemberian bansos harus terus dilakukan hingga akhir tahun ini.

"Pemberian bansos ini harus dilakukan sampai konsumsi masyarakat sudah mulai berjalan stabil sehingga dunia usaha juga telah meningkatkan produksinya yang secara tidak langsung lapangan kerja kembali tersedia," ujar Yose.

Baca juga: Menko Airlangga: Sinyal Pemulihan Ekonomi Nasional Menguat di Kuartal II 2021

Baca juga: Banyak Lembaga Keuangan Internasional Tutup Bisnisnya, Masukan Pakar Hukum Soal Pemulihan Ekonomi

Lebih lanjut, kata Yose, pemerintah perlu memiliki strategi yang tepat untuk menentukan stimulus yang dapat mempengaruhi pengeluaran masyarakat secara langsung. "Saya kira pemberian bansos ini merupakan salah satu program yang cukup efektif dalam PEN," jelas Yose.

Hal senada diungkapkan oleh Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah yang mengatakan bahwa berbagai stimulus yang diberikan pemerintah melalui program PEN telah mampu membangun ketahanan ekonomi dan masyarakat dalam menghadapi pandemi.

"Program PEN sangat membantu ekonomi masyarakat untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Meski PEN tidak mendorong pertumbuhan ekonomi secara langsung tetapi ekonomi masyarakat sangat terbantu dengan adanya berbagai stimulus yang diberikan," jelas Piter.

Namun demikian, kata Piter, pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. Sehingga kemungkinan adanya lonjakan kasus Covid-19 dapat terjadi sewaktu-waktu dan dapat berdampak besar terhadap perekonomian nasional.

"Hal ini perlu diwaspadai dengan pelaksanaan vaksinasi yang merata dan menyeluruh terhadap kelompok rentan. Selain itu, dalam sisi ekonomi, pemerintah perlu mempertahankan stimulus yang telah terbukti berpengaruh terhadap ketahanan dan pertumbuhan ekonomi," tutupnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan realisasi PEN hingga 11 Mei 2021 mencapai Rp172,35 triliun. Angka tersebut setara dengan 24% dari total pagu anggaran sebesar Rp669,4 T.

Lebih rinci, realisasi PEN tersebut meliputi Program Kesehatan sebesar Rp24,9 triliun atau 14,2% dari pagu. Realiasi Program Prioritas mencapai Rp21,8 triliun atau Rp17,6% dari pagu. Sedangkan realisasi Program Dukungan UMKM dan Korporasi mencapai Rp42,03 triliun atau 21,7% dari pagu dan Program Insentif Usaha sebesar Rp26,83 triliun atau 47,2% dari pagu.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved