Rumahnya Dibobol Maling Saat Pergi Kondangan, Korban Duga Sudah Diintai

Syahroni (26) merugi jutaan rupiah akibat rumahnya dibobol maling. Korban saat itu pergi kondangan

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Kondisi Jalan Pule, Kelurahan Rambutan lokasi rumah Syahroni yang jadi korban pencurian berada di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (7/6/2021 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Syahroni (26) merugi jutaan rupiah akibat rumahnya di Jalan Pule, RT 13/RW 04 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur dibobol maling pada Minggu (6/6/2021).

Komplotan maling yang diduga beranggotakan dua orang pria itu beraksi sekira pukul 13.00 WIB saat Syahroni dan istrinya tidak lama pergi meninggalkan rumah menghadiri kondangan.

"Keterangan warga yang melihat enggak lama saya pergi itu memang ada orang berhenti depan rumah. Dua orang boncengan naik motor warna putih," kata Syahroni di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (7/6/2021).

Nahas kepadatan arus lalu lintas di Jalan Pule saat kejadian membuat warga tidak mencurigai dua orang pria tersebut, mereka mengira pelaku hanya pengguna jalan yang menepi karena macet.

Baca juga: Supaya Korban Tak Melapor, Guru Ngaji Cabul di Muara Baru Sering Beri Uang dan Pakaian

Berdasar keterangan warga yang sempat melihat pelaku, satu pelaku masuk ke dalam rumah Syahroni membobol pintu rumah sementara lainnya menunggu di sepeda motor mengawasi keadaan.

"Karena jalan ini (Jalan Pule) memang enggak terlalu lebar, jadi kalau ada dua mobil lewat bersamaan agak tersendat. Kebetulan waktu itu katanya memang ada mobil berhenti, jadi orang enggak sadar itu pelaku," ujarnya.

Syahroni menduga dalam waktu singkat terjadi Kepadatan arus lalu lintas itu pelaku menggasak uang Rp 300 ribu, dua handphone, dan satu kartu ATM yang diletakkan pada ruang kamar berbeda.

Baca juga: Tukang Batagor Rudapaksa Anak Tirinya Selama Dua Tahun, Pakai Mantra-mantra Agar Korban Tak Berkutik

Pelaku baru menyudahi aksinya saat dipergoki ayah Syahroni yang rumahnya terhubung lewat satu pintu belakang, tapi sebelum berteriak meminta tolong pelaku sudah melarikan diri.

"Kata ayah saya pelaku yang masuk rumah itu rambutnya keriting, dan kata warga yang melihat pas ada motor berhenti depan rumah saya itu satu di antaranya memang keriting. Saya pikir berarti itu benar pelaku," tuturnya.

Menurutnya sebelum beraksi pelaku sudah mengawasi keadaan sehingga meski beraksi di siang bolong dapat leluasa dan memanfaatkan kepadatan arus lalu lintas jadi pengalih perhatian.

Baca juga: Muncul Klaster RW, 1.000 Relawan Covid-19 Bakal Disebar di Tangerang Raya

Syahroni menduga pelaku sudah mengintai rumahnya sejak dia memakirkan sepeda motor di Jalan Pule atau sekitar lima menit sebelum berangkat pergi ke kondangan bersama istrinya.

"Saya memang sempat mansin motor depan rumah, jadi mungkin sudah diawasi. Pelaku tahu kalau saya mau pergi. Karena keterangan yang melihat pelaku enggak lama saya pergi langsung motor pelaku berhenti depan rumah," lanjut Syahroni.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved