Breaking News:

Tukang Batagor Rudapaksa Anak Tirinya Selama Dua Tahun, Pakai Mantra-mantra Agar Korban Tak Berkutik

Pelaku berinisial D tersebut ditangkap Polsek Balaraja di rumahnya kawasan Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
megapolitan.kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Penjual batagor di Kabupaten Tangerang dicokok polisi karena mengagahi anak di bawah umur.

Pelaku berinisial D tersebut ditangkap Polsek Balaraja di rumahnya kawasan Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Parahnya lagi, korban yang masih berusia 10 tahun tersebut merupakan anak tirinya.

Bukan sekali, tapi D sudah merudapaksa anak tirinya sejam tahun 2019.

"Pelaku sudah diamankan hari Sabtu (5/6/2021). Pelaku betul ayah tiri korban," ungkap Kanitreskrim Polsek Balaraja Iptu Jarot saat dikonfirmasi awak media, Senin (7/6/2021).

Kasus ini terkuak saat sang ibu curiga melihat buah hatinya sering termenung layaknya orang depresi.

Sontak sang ibu langung membawa ke temannya yang dianggap bisa melihat situasi dan berniat untuk berobat.

"Korban ini akhirnya bilang ke ibunya kalau ingin cerita sesuatu saat dibawa ke orang pintar itu. Di sana ia mengaku sudah disetubuhi oleh ayah tirinya selama dua tahun," terang Jarot.

Baca juga: Muncul Klaster RW, 1.000 Relawan Covid-19 Bakal Disebar di Tangerang Raya

Baca juga: Ketua Komnas PA Soroti Penemuan Jasad Bayi Dalam Tempat Sampah di Rumah Sakit Depok

Baca juga: Restoran Anaknya Disegel, Rahmat Effendi: Kalau Kita Terus Penyegelan Ekonomi Tidak Tumbuh

Kaget tak karuan, sang ibu langsung melaporkan tindakan bejat suaminya ke Mapolsek Balaraja pada Jumat (4/6/2021).

Saat ditangkap, lanjut Jarot, pelaku mengakui perbuatan bejatnya.

Menurut pelaku, sebelum mengagahi putri tirinya, ia terlebuh dahulu membaca sebuah mantra.

Katanya, hal itu supaya korban diam dan tak berkutik saat D memuaskan nafsunya.

"Pengakuan dia ada semacam mantra-mantra yang dibaca agar korban diam. Tapi ini masih didalami ya," tandas Jarot.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved