Tetesan Air Mata Tak Tertahan Pelaku Pengirim Sate Beracun Saat Memeragakan Aksi Jahatnya

Tetesan air mata tak tertahankan dari pengirim sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman (25) saat menjalani rekonstruksi kasusnya.

Editor: Elga H Putra
Via Surya
Nani Apriliani Nurjaman tersangka kasus sate beracun sianida saat rekonstruksi, di Mapolres Bantul, Yogyakarta, Senin (7/6/2021 

TRIBUNJAKARTA, YOGJAKARTA - Tetesan air mata tak tertahankan dari pengirim sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman (25) saat menjalani rekonstruksi kasusnya.

Rekonstruksi sate beracun itu yang menewaskan anak driver ojek online digelar di Markas Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/6/2021).

Kemunculan Nani Apriliani tampak mengenakan stelan baju lengan panjang dan rok merah muda menjadi pusat perhatian.

Baju tahanan warga biru dia pakai di luar baju lengan panjang merah mudanya.

Saat memeragakan adegan menyerahkan sate beracun sianida itu ke tukang ojek, penampilan Nani berubah lagi.

Kali ini dia menutup kepalanya dengan kerudung merah muda.

Sepanjang rekonstruksi Nani, air mata Nani tampak bercucuran.

Beberapa kali saat memperagakan adegan pun mata Nani tampak berkaca-kaca.

Sampai adegan ke-15 saat akan bertemu Bandiman, pengemudi ojek online, perempuan itu meminta istirahat sejenak.

"Ya mungkin, dia tidak biasa di situasi seperti ini nangis kita maklumi," kata Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi di sela-sela rekonstruksi, Senin.

Baca juga: TERKUAK Alasan Nani Tersangka Sate Beracun Ngaku Nikah Siri dengan Polisi, Tak Incar Harta Tapi Ini

Baca juga: Nasib Pilu Nani Tersangka Sate Beracun di Penjara, Emosi Labil & Dapat Baju dari Polisi saat Lebaran

Baca juga: Terungkap Rencana Setelah Lebaran, Tangis Ayah Pengirim Sate Beracun Tahu Nani Terancam Dihukum Mati

Dalam rekonstruksi ini, diperagakan 35 adegan.m

Mulai dari memesan kalium sianida melalui aplikasi, hingga adegan keluarga Bandiman menyantap sate maut ini. Nani ikut dalam 22 adegan.

Sebenarnya, dalam rekonstruksi ini akan diperagakan sebanyak 27 adegan, tapi dalam prosesnya ditambah 8 adegan.

Sebagai temuan baru nantinya untuk melengkapi berkas yang akan diserahkan ke Kejaksaan.

"Secepatnya (dikirim ke kejaksaan) karena dari Kejaksaan sudah kita hadirkan untuk rekonstruksi," kata Ngadi.

Sebagai informasi, Nani ditangkap di rumahnya di Kapanewon Piyungan pada 30 April 2021.

Nani merupakan pengirim sate beracun yang ditujukan kepada Tomy, warga Kapanewon Kasihan, Bantul, menggunakan jasa ojek online pada 25 April 2021.

Namun, makanan itu ditolak keluarga Tomy yang merasa tidak kenal dengan pengirim.

Akhirnya makanan itu disantap Bandiman dan keluarganya.

Naas, Naba Faiz Prasetya (10) meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan dari petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Yogyakarta, Minggu (25/4/2021).

Nani, pengirim sate beracun sempat kunjungi orangtuanya di Majalengka. Begini sifat aslinya.
Nani, pengirim sate beracun sempat kunjungi orangtuanya di Majalengka. Begini sifat aslinya. (delicious.com.au dan Kompas/MARKUS YUWONO)

Tomi Tak Hadir

Tomi, anggota Polresta Kota Yogyakarta dan istrinya, pihak yang menjadi tujuan pengiriman sate maut. tidak mengikuti rekonstruksi pengiriman sate maut di Mapolres Bantul.

Dari pengamatan rekonstruksi, adegan ke 23-26 Bandiman mengirimkan sate ke rumah Tomi di Kapanewon Kasihan.

Adegan itu diperagakan di pintu masuk Mapolres Bantul.

Istri Tomi diperagakan oleh anggota polisi wanita.

Padahal, saksi lain, seperti pemilik motor yang dipinjam Nani dan Bandiman ojek online yang anaknya menjadi korban sate hadir dalam rekonstruksi itu.

"Yang bersangkutan (Tomi dan istri) sudah kita kasih undangan tapi mungkin sedang ada keperluan (jadi tidak hadir). Kita belum ada informasi itu (alasan tidak hadir)," kata AKP Ngadi saat ditanya keberadaan Tomi Senin (7/6/2021)

Dalam rekonstruksi 35 adegan itu juga tampak Nani meracik racun sianida ke dalam bumbu sate.

Satu sendok racun dimasukkan sebelum sate dikirim ke Tomi melalui Bandiman tanpa menggunakan aplikasi.

Sebelum berangkat, dengan mengenakan kerudung, dan tanpa menggunakan helm Nani mencari ojek online untuk mengirimkan sate.

Nani yang tadinya tidak diketahui identitasnya meminta Bandiman yang sedang beristirahat di sebuah masjid di Kota Yogyakarta, mengantar dua bungkus makanan berisis sate dan snack itu ke sebuah perumahan di Kasihan, Bantul kepada orang yang bernama Tomo.

Dia berpesan bahwa takjil itu kiriman dari 'Hamid dari Pakualaman'.

Sesampai di lokasi, Tomi sedang di luar kota. Istri Tomi tidak mau menerima kiriman makanan tersebut lantaran merasa tidak tahu siapa pengirimnya.

Sederet Fakta Pengakuan Nani Pengirim Sate Sianida, Dibisiki Sosok Ini buat Beli Racun
Sederet Fakta Pengakuan Nani Pengirim Sate Sianida, Dibisiki Sosok Ini buat Beli Racun ((kolase Instagram))

Begitu pula Tomi ketika saat itu dihubungi mengaku tidak kenal.

Istri Tomi menganjurkan makanan dibawa pulang saja. Bandiman pun pulang dan sate disantap keluarganya.

Dalam adegan rekonstruksi itu, diperagakan di halaman Mapolres dan seolah-olah pagar Mapolres merupakan pagar rumah Tomi.

Saat dimintai keterangan, Bandiman mengaku sesuai dengan kejadian.

"Iya sesuai, memang urutannya seperti itu," kata Bandiman di Mapolres Bantul.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Penampilan Nani Pengirim Sate Beracun Disorot saat Rekonstruksi, Terus Menangis, Dimana Aiptu Tomi?

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved