Breaking News:

Cegah WNA Berbuat Kejahatan, Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Pusat Ajak Pihak Hotel Melapor

Kantor Imigrasi Jakarta Pusat mengajak pihak apartemen dan hotel di wilayahnya melaporkan data warga negara asing (WNA) yang akan bermalam.

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta, Yongki Muhammad Zein, pada rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Jakarta Pusat, di kawasan Kemayoran, Selasa (8/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Pihak Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Pusat mengajak pihak apartemen dan hotel di wilayahnya melaporkan data warga negara asing (WNA) yang akan bermalam.

Mereka membuat aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) guna memudahkan komunikasi antara pihak apartemen dan hotel.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta, Yongki Muhammad Zein, menuturkan APOA layaknya wadah seperti aplikasi chat lainnya.

"Tapi ini komunikasinya khusus pihak kami bersama sejumlah manajemen apartemen dan hotel," kata Yongki, pada rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Jakarta Pusat, di kawasan Kemayoran, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Politisi PSI Sebut PPDB 2021 Kacau, Anggara: Anies Baswedan Jangan Pikir Bursa Capres Dululah

"Jadi, kami minta pihak apartemen dan hotel segera melapor jika ada WNA yang hendak bermalam di tempatnya. Ini untuk kami pantau agar tidak berbuat kejahatan," lanjut dia.

Dia menegaskan, pihak apartemen dan hotel di Jakarta Pusat wajib memiliki aplikasi tersebut.

Baca juga: 6 WNA di Apartemen Bassura Kedapatan Overstay dan Menyalahi Izin Tinggal

"Kalau ada orang asing yang mobilitas kan perlu dipantau pergerakannya, misalnya mereka mau berwisata atau bekerja," tutur Yongki.

"Setiap pergerakan WNA di Jakarta pasti kami pantau dan aplikasi tersebut memudahkan kami. Jika ada terduga teroris dari WNA, itu kan lebih cepat kami deteksi," tutupnya.

Baca juga: 74 Ribu Lebih WNA Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi, Didominasi dari China

Assistan Front Office Manager Hotel Indonesia Kempinski, Raden Mochamad Taufik Permana, pun mengapresiasi adanya APOA.

"Adanya APOA ini bagus, ya. Dengan begini, pelanggaran yang dilakukan oleh tamu WNA bisa dicegah. Kami akan koordinasi terus dengan kantor imigrasi," kata dia, pada kesempatan yang sama.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved