Korban Pembacokan di Pasar Minggu Sepekan Merantau di Jakarta, Ini Respons Keluarga di Karanganyar
Korban pembacokan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ternyata baru satu pekan bekerja di ibu kota.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Korban pembacokan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ternyata baru satu pekan bekerja di ibu kota.
Korban bernama Sarwanto (38) bekerja di sebuah toko material.
Ia bertugas mengantarkan barang pesanan konsumen.
"Ikut toko sini baru seminggu. Di situ ya antar barang saja. Tapi dia bukan sopir, masih kenek," kata teman satu kost korban, Kartim (43), di kediamannya, Senin (7/6/2021) malam.
Sebelumnya, lanjut Kartim, korban bekerja di bengkel pembuatan tralis di Bekasi, Jawa Barat.
Sarwanto kemudian pulang ke kampung halamannya di Karanganyar, Jawa Tengah, sebelum akhirnya memutuskan kembali merantau di Jakarta.
"Sebelumnya dia kerja di Bekasi, bikin tralis. Sempet pulang (kampung) lama, terus ke Jakarta lagi ikut saya," ujar Kartim.
Baca juga: Teman Kost Ungkap Kondisi Terkini Korban Pembacokan di Warung Pecel Lele Pasar Minggu
Baca juga: Saksi Ungkap Brutalnya Pembacokan di Pasar Minggu: Pedagang Pecel Lele Hendak Disiram Minyak Goreng
Ia mengungkapkan, pihak keluarga di Karanganyar sudah mengetahui kejadian nahas yang menimpa Sarwanto.
"(Keluarga korban) sudah diberitahu semua, ya Alhamdulillah ngertiin lah. Yang penting di sini ada yang ngurus, ucap dia.
Sarwanto menjadi sasaran amukan sekelompok orang tak dikenal saat sedang makan pecel lele di dekat rumah kostnya, Sabtu (5/6/2021) malam.
Sedikitnya terdapat empat luka bacok yang diderita Sarwanto, yakni di bagian leher, punggung, paha, dan kepala.
Kartim termasuk orang yang ikut memberi pertolongan saat korban tergeletak berlumuran darah.
"Saya pertama diberitahu sama karyawan pecel lele. Saya langsung turun, datang ke sana," kata Kartim.
Di lokasi, Kartim melihat korban yang hanya mengenakan kaos oblong dan sarung sudah bersimbah darah.
Baca juga: Viral Video Pria Terbaring Bersimbah Darah, Dibacok saat Asyik Makan Pecel Lele di Pasar Minggu
Baca juga: Pembacok di Pasar Minggu juga Merusak Warung Pecel Lele, Dagangan Diacak-acak
Namun, ia mengatakan saat itu Sarwanto masih dalam kondisi sadar. Korban juga masih sanggup menggerakkan kepala dan badannya.
"Bisa, masih bisa gerak. Dia (korban) masih bisa angkat kepala, angkat badan," ujar dia.
Bahkan, korban sempat berbicara secara terbata-bata dan menolak untuk diangkat.
"Kitanya sudah mau angkat dia saja kan, itu belum dapat mobil. Tapi dia masih bisa bilang, 'jangan diangkat, jangan diangkat, biarin saja'. Cuma saya lihat kayaknya dia ini sudah nggak jelas lihat orang," tutur Kartim.
Melihat kondisi Sarwanto yang kehilangan banyak darah, Kartim berusaha mencari kendaraan untuk membawa rekannya ke rumah sakit.
Ia lalu mencegat sebuah mobil pick up yang saat itu melintas di Jalan Raya Pasar Minggu arah Pancoran.
"Saya cari kendaraan buat ke rumah sakit. Saya nggak ngeh ada kendaraan, saking paniknya. Yang penting kita bisa bawa dia ke rumah sakit," kata dia.
"Padahal di sini pakai mobil toko juga bisa. Cuma orang panik, cegat mobil saja sudah," tambahnya.
Kartim mengaku tidak mengetahui seberapa parah luka yang dialami Sarwanto.
Namun, berdasarkan informasi yang ia terima dari perawat di rumah sakit, luka bacok yang diderita rekannya itu cukup dalam.
"Lubangnya itu kecil, tapi kata perawat itu dalam lukanya," ungkap dia.
Baca juga: Polisi Buru Pembacok Pembeli Pecel Lele di Pasar Minggu Jakarta Selatan
Baca juga: Pembeli Pecel Lele Derita 3 Luka Bacok Setelah Lerai Keributan Pemotor di Pasar Minggu
Menurutnya, luka bacok terparah ada di paha Sarwanto karena cukup banyak darah yang keluar dari bagian tersebut.
"(Luka) di kepala juga parah. Tapi lebih parah di paha, itu yang paling parah setahu saya," ujar Kartim.
Hingga kini, Sarwanto masih dirawat di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kartim mengatakan kondisi Sarwanto sudah semakin membaik.
"Ya Alhamdulillah sekarang agak baikan. Cuma sekarang yang masih dirasakan tuh kaki kiri, kaki kanan masih belum gerak. Semua si Alhamdulillah cukup baik," ucap dia.
Sebelumnya, Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko menjelaskan peristiwa ini bermula ketika terjadi keributan antarpengendara motor di Jalan Raya Pasar Minggu.
"Kronologisnya ada dua pengendara motor, yang satu sendirian yang satu berdua berboncengan. Kemudian ribut, satunya minggir dekat TKP (tempat kejadian perkara)," ujar Bambang saat dikonfirmasi, Minggu (6/6/2021).
Mereka pun terlibat cekcok mulut hingga baku hantam di depan warung pecel lele.
Keributan itu coba dilerai oleh penjual pecel lele dan seorang calon pembeli. Setelahnya, para pengendara motor yang terlibat perselisihan meninggalkan lokasi.
Namun, pemotor yang berboncengan datang kembali ke lokasi dengan membawa teman-temannya. Mereka juga membawa senjata tajam.
"Kurang lebih ada tujuh orang, bawa sajam (senjata tajam). Mereka cari orang yang tadi," jelas Bambang.
Lantaran tidak menemukan orang yang dicari, para pelaku mengamuk di warung pecel lele tersebut.
Seorang pembeli yang sempat melerai perselisihan menjadi korban pembacokan.
"Pembeli yang sedang makan dibacok. Jadi sebenarnya salah sasaran. Ya sekarang kasusnya masih lidik, ditangani di Polsek," kata Bambang. (*)