Breaking News:

Polisi Tangkap 4 Pengedar Narkoba di Jakarta dan Bogor: 13,5 Kg Ganja Disita

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pengungkapan jaringan narkoba ini bermula dari penangkapan DC pada 25 Mei

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Konferensi pers pengungkapan kasus jaringan narkoba 13,5 Kg ganja di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Metro Jakarta Selatan meringkus empat orang pengedar narkotika jenis ganja.

Keempatnya berinisial DC, MYH, MH dan J. Para tersangka ditangkap di lokasi berbeda di Jakarta dan Bogor, Jawa Barat.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pengungkapan jaringan narkoba ini bermula dari penangkapan tersangka DC pada 25 Mei 2021.

Dari tangan tersangka DC, polisi menyita barang bukti berupa 10 Kilogram ganja.

Baca juga: Komitmen Perangi Narkoba, Kepala Rutan Kelas 1 Salemba Perintahkan Razia Kamar Warga Binaan

"Didapatkan lima bungkus kantong plastik dililit dengan lakban cokelat. Ternyata itu adalah ganja sebanyak 10 Kilogram," kata Azis saat merilis kasus ini di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021).

Setelahnya, polisi melakukan pengembangan dan menangkap dua tersangka lainnya, yakni MH dan MYH.

Baca juga: Ringkus Pengedar Narkoba Asal Jakbar, Polsek Pademangan Amankan 500 Gram Sabu

"Keduanya ditangkap. Ditemukan paket isinya ganja 2,5 Kilogram. Itu hasil pengembangan," ungkap Azis.

Terakhir polisi meringkus tersangka J di wilayah Kebayoran Lama dan mendapatkan barang bukti 1 Kilogram ganja.

Baca juga: Ditangkap Polisi, Pengedar e-KTP Palsu di Tanjung Priok Raup Belasan Juta dalam Sebulan

"Total barang bukti yang berhasil diamankan kurang lebih ada 13,5 Kilogram ganja," ujar Azis.

Keempat tersangka kini mendekam di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 111 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved