Cara Menyiapkan Dana Pernikahan, Jangan Nekat Berutang!

Kamu berencana menggelar pernikahan dalam waktu dekat? berikut tips menyiapkan modal menikah.

Tayang:
Editor: Kurniawati Hasjanah
istimewa via Kompas.com
Suasana pernikahan Adipati Dolken dan Canti Tachril yang digelar secara tertutup di Bangka Belitung pada 18 Desember 2020 

TRIBUNJAKARTA.COM -   Kamu berencana menggelar pernikahan dalam waktu dekat? berikut tips menyiapkan modal menikah.

Perencana Keuangan Finansialku, Shierly, CFP® menjelaskan,  perlu adanya menyiapkan anggaran pernikahan melalui berinvestasi.

Tentu saja, besar atau kecilnya dana pernikahan, ditentukan oleh kesepakatan antar kedua pasangan dan keluarganya.

“Jika tidak direncanakan dari jauh hari, maka tidak ketahuan berapa budget yang perlu dipersiapkan,” ujar Shierly kepada TribunJakarta pada Rabu (9/6).

Lalu, bagaimana menyiapkan modal menikah dengan berinvestasi? Simak sebagai berikut.

Menentukan Siapa yang Bertanggungjawab dengan Dana Menikah

Shierly berkata, porsi dan bagian dana tergantung pada diskusi dan kesepakatan pasangan dan semua keluarganya. 

Seperti yang kita tahu, masih ada saja tradisi atau budaya tertentu yang menitikberatkan kepada keluarga pria atau wanita. 

Namun, pada sekarang ini, pihak keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab atas persiapan dana menikah mereka.

Baca juga: Tips Traveling Ramah Lingkungan ala Ayla Dimitri

Karena sebenarnya, kehidupan pernikahan itu tidak bergantung dari sederhana atau megahnya suatu pesta pernikahan, namun esensi kehidupan menikah setelah berpesta.

 Shierly, menyatakan sebaiknya dana pernikahan disesuaikan dengan kemampuan keuangan pasangan atau pihak keluarga.

Ia juga menegaskan bahwa hindari modal menikah dari utang.

Petra Sihombing resmi menikah dengan Firrina Sinatrya
Petra Sihombing resmi menikah dengan Firrina Sinatrya (Instagram/petra_sihombing)

Efek mengutang dana pernikahan akan terlihat setelah pesta. Karena, pasti kebutuhan pasca pernikahan cenderung menjadi banyak dan tidak terduga. 

“Jadi, sebaiknya hindari awal kehidupan pernikahan kamu dengan menyicil utang, dan membayar bunga utang dari dana pernikahan,” tegasnya.

Baca juga: Catat Lokasi Posko Pengaduan PPDB DKI Jakarta 2021 Bila Ada Kendala Saat Pendafataran

Tentukan Investasi yang Cocok

Jika kamu memang rencana menikah dalam jangka pendek atau kurang dari setahun, saran Shierly,  sebaiknya berinvestasi di instrumen yang rendah risiko dan likuid.

Misalnya, deposito atau reksa dana pasar uang. Mengapa dua produk tersebut menjadi pilihan? 

Biasanya dalam persiapan dana menikah, ada beberapa biaya yang dibayar DP atau beberapa kali cicilan. Dua produk inilah yang mudah untuk dicairkan.

Jika aset investasi tersebut likuid, dananya akan mudah ditarik untuk bayar biaya menikah.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Buka Lowongan Kerja Lulusan S1, 2 Posisi Dibuka, Cek Syarat dan Link Daftar!

Juga perlu ditempatkan di aset rendah risiko, agar nanti dananya tidak mengalami kerugian yang besar seandainya kondisi perekonomian sedang fluktuatif. 

Berbeda jika rencana menikahnya dalam jangka menengah, atau antara satu sampai tiga tahun, maka bisa berinvestasi di produk dengan risikonya moderat. 

Misalnya, di reksa dana pendapatan tetap atau P2P Lending.

Lainnya, jika rencana menikah berada dalam jangka panjang, atau lebih dari tiga tahun, maka bisa berinvestasi dengan risiko agresif. 

Misalnya, reksa dana campuran, reksa dana saham, ataupun saham.

Hitung Semua Jumlah Dana Menikah

Setelah menentukan siapa yang bertanggung jawab dan instrumen investasi yang akan dipakai, selanjutnya menghitung semua estimasi dana menikah.

Shierly menjelaskan, keterbukaan antar pasangan harus dilakukan demi mengetahui apa cita-cita, dan standar pernikahan yang akan kalian rayakan.

Baca juga: Simak Cara Mengecek Lulus Tidaknya Kartu Prakerja Gelombang 17, Kapan Pengumumannya?

Tentu saja, kamu harus mempertimbangkan juga mengenai tuntutan keluarga dan relasi. 

Namun, perlu diingat bahwa hasil jumlah dana pernikahan harus sepakat dari kedua belah pihak.

Pastikan Keuangan Kalian Aman

Lakukan financial check up atau berkonsultasi keadaan keuanganmu pada ahlinya, yaitu perencana keuangan

Hal ini berguna untuk memastikan bahwa keuangan kamu dan pasangan aman, baik sebelum atau sesudah menikah nanti.

“Di Finansialku sendiri, ciri-ciri keuangan kamu aman, yaitu dengan arus kas yang positif, dana darurat cukup, cicilan utang aman, dan punya perlindungan risiko (asuransi),” kata Shierly.

Baca juga: Kudu Tahu, Mas Anies Sediakan 32 Lokasi Isolasi Terkendali di Jakarta: Ada GOR, Rusun, Hingga Masjid

Berinvestasi dari Dana Dingin

Apa yang dimaksud dari dana dingin? Ialah modal investasi yang memang dikhususkan untuk investasi.

Uang tersebut bukan dari hasil pinjaman, dana darurat, uang bulananmu, atau untuk bayar kewajibanmu.

Mulailah rajin menyisihkan dana anggaran menikah setiap bulannya untuk diinvestasikan. Tentu saja jumlah penyisihannya disesuaikan dengan kemampuan kalian sebagai pasangan.

Berinvestasi Sesuai dengan Tujuan Keuangan

Pastikan bahwa kamu berinvestasi untuk tujuan dana menikah, jangan sampai mencampuradukkan tujuan keuangan lainnya di satu instrumen investasi

Bila kamu baru mampu menyisihkan dana kecil untuk berinvestasi, maka tidak apa-apa. 

“Mulai dari dana yang kecil dan terus belajar dalam berinvestasi,” sebutnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved