Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Pengumunan Buat Warga Tangsel, Berubah Jadi Zona Oranye Covid-19 Benyamin Larang Resepsi Pernikahan

Pemerintah Kota bereaksi atas naiknya zona paparan Covid-19 untuk wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dari yang sebelumnya kuning menjadi oranye.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Balai Kota Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Rabu (5/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan bereaksi atas naiknya zona paparan Covid-19 untuk wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dari yang sebelumnya kuning menjadi oranye.

Seperti diketahui, zona oranye berarti Tangsel berstatus risiko sedang paparan Covid-19

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, sejumlah indikator dari mulai angka penularan hingga keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 memang melonjak.

"Jadi memang cenderung naik. BOR kita 52% tempat tidur ICU, tidur isolasi 51%. Kemudian tingkat kepatuhan PPKM mikro turun."

"Indikator-indikatornya memang mengalami peningkatan, angka kesembuhan tetap. Angka kematian tetap. Tapi tingkat penularan positivity rate memang meningkat," papar Benyamin melalui sambungan telepon, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: 600 Warga Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 Massal di Polres Tangsel

Baca juga: Tangsel Zona Oranye Paparan Covid-19, Tingkat Kesembuhan Turun, Kasus Aktif Naik 20%

Orang nomor satu di Tangsel itu mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran memang sudah diprediksi.

Kasus Covid-19 baru diperkirakan akan terus bermunculan sampai akhir Juni 2021 ini.

"Ini memang sudah diperkitakan oleh banyak pihak, termasuk dengan kementerian kesehatan dan Satgas Covid. Ini efek dari liburan mudik kemarin, lebaran. Dan ini mungkin diperkirakan, masih terus akan bergejolak sampai akhir Juni ini," ujarnya.

Mayoritas warga Tangsel yang tertular virus ganas itu merupakan klaster keluarga. 

Melihat naiknya tingkat paparan Covid-19, Benyamin akan mempertimbangkan izin pesta atau resepsi pernikahan.

Baca juga: Pemkot Tangsel Soroti Pelayanan Persalinan dengan Prokes Covid-19 di RSIA

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Lebaran Mulai Terasa di Tangsel, Penghuni RLC Naik 200 Persen

Menurutnya, resepsi pernikahan yang menyebabkan kerumunan dan turut menyumbang penularan Covid-19

"Semalam sudah kita jelaskan bahwa coba dievaluasi lagi surat edaran kita kalau kondisi gini, resepsi tetap diadain enggak, kalau misal resepsi pernikahan juga jadi klaster penyebaran, sudah kita larang aja sekalian," kata Benyamin.  (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved