Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Wali Kota Tangsel Bikin Aturan Sendiri Soal Belajar Tatap Muka, Ancam Tutup Sekolah Jika Ini Terjadi

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, pihaknya juga siap mengikuti prosedur tatap muka ala pemerintah pusat, siswa hanya ke sekolah dua hari

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, di ruang tamu VIP Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Tangsel, Jumat (16/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan akan mengikuti arahan pemerintah pusat untuk menggelar pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru, tepatnya Juli 2021.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, pihaknya juga siap mengikuti prosedur tatap muka ala pemerintah pusat, siswa hanya ke sekolah dua hari dalam seminggu.

Per setiap sekolah tatap muka, siswa hanya dua jam berada di kelas.

Benyamin bahkan membuat aturan yang lebih antisipatif terhadap penularan Covid-19

Siswa yang boleh masuk kelas jumlahnya hanya 25% dari kapasitas kelas.

"Ya, malah kapasitas ruangannya saya turunin jadi 25%. Dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) itu kan 50%. Tapi kita 25%. Dalam uji pertama belum ditentukan itu awal julinya tanggal berapa. Saya bikin gitu, kemudian juga satu minggu dua hari, satu hari hanya dua jam pelajaran," ujar Benyamin melalui sambungan telepon, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Pengumunan Buat Warga Tangsel, Berubah Jadi Zona Oranye Covid-19 Benyamin Larang Resepsi Pernikahan

Para siswa juga dianjurkan membawa bekal makanan atau wajib makan di rumah karena kantin sekolah tidak diizinkan dibuka.

"Kemudian tidak ada kantin, tidak boleh buka. Gitu. Semua sarana kesehatan semua disiapkan, hand sanitizer, semuanya dipersiapkan," ujarnya.

Benyamin juga memberikan catatan tegas bahwa jika ada siswa yang terpapar Covid-19 setelah belajar tatap muka di kelas, maka sekolahnya akan ditutup sementara dan belajar kembali dilakukan secara daring atau online.

Baca juga: Warganya Menjerit Kebanjiran, Wali Kota Tangsel Akhirnya Beri Solusi Banjir Maharta & Kampung Bulak

"Kalau ternyata setelah dibuka ada yang terpapar Covid-19, itu sekolah kita tutup lagi. PTM kita tutup lagi untuk sekolah itu," ujarnya. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved