Breaking News:

Badan Litbang dan Diklat Kemenag Gelar Temu Peneliti Agama Guna Menyikapi Hadirnya BRIN

peneliti sebagai aset utama Badan Litbang Kementerian Agama memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pembuatan kebijakan pembangunan

Istimewa
Temu Nasional Peneliti Tahun 2021 dengan tema “Masa Depan Riset Agama dan Keagamaan di bawah koordinasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan serta pendidikan dan pelatihan di bidang keagamaan.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Achmad Gunaryo mengatakan, peneliti sebagai aset utama Badan Litbang Kementerian Agama memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pembuatan kebijakan pembangunan nasional bidang agama melalui hasil-hasil penelitian di Bidang Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaaan, Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, serta Bidang Lektur Khazanah dan Manajemen Organisasi.

"Dalam menghadapi persaingan global peran penelitian dan pengkajian sangat penting dan strategis. Salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu penelitian dan pengkajian dengan membentuk badan otonom yaitu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Tekonogi (Sisnas Iptek)," kata Achmad Gunaryo dalam keterangannya, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan Positif Covid-19

Baca juga: Ucap Syukur Edhie Baskoro Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, SBY Sampaikan Dua Hal Ini

Baca juga: Program Kartu Prakerja Dilanjutkan, Ekonom: Bukti Berjalan Sukses

Achmad Gunaryo menuturkan, dalam kaitan perubahan tersebut tema Temu Nasional Peneliti Tahun 2021 adalah “Masa Depan Riset Agama dan Keagamaan di bawah koordinasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)”.

"Secara umum kegiatan ini diarahkan pada dua hal pokok, yaitu sebagai wahana untuk peningkatan kompetensi dan evaluasi kinerja peneliti Kementerian Agama dalam menyongsong hadirnya lembaga BRIN," ujarnya.

Peserta Temu Ilmiah Nasional Peneliti seluruhnya berjumlah 300 orang dengan komposisi 100 orang luring dan 200 orang daring. Peserta terdiri dari peneliti Badan Litbang, yaitu Pusat dan Unit Pelaksana Teknis yang tersebar di tiga Balai Litbang, peserta kementerian/lembaga lain, serta panitia pelaksana. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Menteri Agama RI; Kepala BRIN/LIPI; Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI; Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB; Deputi Kelembagaan Kemenpan RB; Bappenas; dan Ketua Himpenindo.

"Harapannya kegiatan ini dapat menjelaskan posisi riset agama dalam kerangka BRIN agar dapat berkontribusi secara optimal dalam pengambilan kebijakan pembangunan nasional di bidang agama," tuturnya. (*)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved