Breaking News:

Tebing Setinggi 30 Meter Longsor Timpa 3 Rumah di Ciputat, 2 Orang Luka-luka

Longsor hebat terjadi di Perumahan Griya Satwika Telkom, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Longsor hebat terjadi di Perumahan Griya Satwika Telkom, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), sekira pukul 19.30 WIB, Jumat (11/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Longsor hebat terjadi di Perumahan Griya Satwika Telkom, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), sekira pukul 19.30 WIB, Jumat (11/6/2021).

Tebing setinggi 30 meter dan lebar sekira 100 meter runtuh.

Longsoran tabing berupa tanah dan material turap batu itu menimpa tiga rumah di perumahan sebelahnya, Kompleks Nerada Estate, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Tangsel.

Selain menghancurkan tiga rumah, material longsoran juga menimbun anak Sungai Pesanggrahan yang memisahkan dua perumahan itu.

Akibatnya, luapan anak sungai cukup deras menggenangi ratusan rumah di Nerada Estate yang posisinya lebih rendah.

"Kejadiannya yang sore itu hujan deras sekali, setelah reda itu ambrol, hujannya justru sudah reda menimpa kira-kira tiga rumah itu," ujar Sigit (62), warga Nerada Estate yang tinggal dekat dengan anak Sungai Pesanggrahan itu.

Baca juga: Kemenangan Timnas Italia Dibantu Gol Bunuh Diri Pemain Turki, Ini Klasemen Sementara Euro 2020

Akibat tertimpa longsor, dua rumah rusak berat dan satu lainnya rusak sedang.

Dua orang, anak-anak dan dewasa menderita luka-luka lantaran tertimpa material rumah.

"Di sini ada dua orangan korban luka," ujarnya.

Sementara, Lurah Cipayung, Tomy Patria Edwardy, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas Pekerjaan Umum untuk mengeruk material longsor yang menimbun sungai.

Baca juga: Ada Teh Diantara Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, Ferdinand Hutahaean: Mereka Kirim Pesan ke Puan

"Saya berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, dan Dinas PU, dan saat ini tim petugas dari BPBD telah melakukan upaya pembukaan saluran bersama Damkar dan kemudian memutua aliran listrik, karena berbahaya," ujar Tomy.

Pantauan TribunJakarta.com, sekira pukul 01.00 WIB Sabtu (12/6/2021), ketinggian banjir di Nerada Estate bervariasi 30-100 centimter.

Kondisnya cukup gelap karena penerangan jalan umum dimatikan, dan cahaya hanya dari lampu rumah-rumah warga.

Baca juga: Kunjungan Gubernur DKI ke Sumedang Disebut Sangat Strategis: Anies Ingin Jadikan Jabar Lumbung Suara

Satu alat berat bechoe sudah datang namun belum beroperasi lantaran truk yang mengangkutnya mogok.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved