Kisah One Joki Cilik Balap Kuda di Bima NTB, Kantongi Jutaan Rupiah Meski Baru Kelas 5 Dasar

Kisah One Joki Cilik Bapak Kuda di Bima Nusa Tenggara Barat : Kantongi Jutaan Rupiah Meski Baru Kelas 5 Dasar.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Para joki cilik balap kuda di Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (13/6/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BIMA - Berlindung di bawah bayang-bayang kuda, Aditya Putra (11) tengah menunggu giliran untuk memacu kuda yang dipercayakan padanya di lintasan.

Aditya atau yang akrab disapa One ini, merupakan satu di antara puluhan joki cilik balap kuda yang tengah berlatih di arena Pacuan Kuda Panda, Kecamatan Palibelo, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Mengenakan seragam olahraga sekolah, wajah One nampak ditutupi sebo (penutup wajah) dan menggunakan pelindung kepala (helm) berwarna biru dan merah bermotif superhero spidernan.

Baca juga: Kunjungan Kerja di Bima, Menparekraf Gandeng Atta Halilintar hingga Rigen Promosikan Wisata

Teriknya matahari dan tebalnya debu tanah tak menjadi masalah baginya. Sudah sekira satu tahun belakangan ini ia menjadi joki cilik balap kuda di Bima.

"Sudah dari kelas empat SD (Sekolah Dasar) gini (menjadi joki cilik)," ujar bocah laki-laki yang duduk di bangku kelas 5 SD ini menggunakan bahasa Bima, Minggu (13/6/2021).

TONTON JUGA:

One mengatakan, tak ada rasa takut dalam dirinya saat menunggangi kuda. Pengalaman pahit seperti jatuh di lintasan hingga terseret beberapa meter pun telah ia alami.

"Sudah pernah (jatuh). Tapi tidak takut," katanya polos.

Baca juga: Bocoran Jadwal Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 18 di www.prakerja.go.id dari Menko Perekonomian

Satu kali menunggangi kuda di lintasan, One mengaku mendapat upah minimal sebesar Rp 50 ribu, tergantung pemberian si pemilik kuda.

Dalam satu hari, ia mampu menunggangi hingga 20 kuda.

Bila dikalikan dengan upah minimal Rp 50 ribu dalam sekali tunggang, pundi-pundi yang diraupnya pun cukup besar hingga Rp 1 juta.

Nominal tersebut sangatlah besar bagi bocah seusia One. Dalam satu pekan, ada jadwal dua kali latihan pada hari Kamis dan Minggu.

Bila ia rutin mengiikuti latihan, total ia mengantongi Rp 8 juta dalam satu bulan.

Nominal tersebut,  bahkan mengalahkan upah minimum kota (UMK) Ibu Kota DKI Jakarta, yang sebesar Rp 4,2 juta lebih dalam sebulan.

"Senang (menjadi joki cilik). Dapat uang," ungkapnya singkat.

Aditya Putra alias One, bocah kelas 5 SD yang berprofesi menjadi joki cilik balap kuda di Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (13/6/2021).
Aditya Putra alias One, bocah kelas 5 SD yang berprofesi menjadi joki cilik balap kuda di Bima, Nusa Tenggara Barat, Minggu (13/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Lanjut One, uang yang diperolehnya dari profesi joki cilik balap kuda ini digunakan untuk membantu biaya hidup keluarganya.

"Untuk dikasih ke orang tua," ungkapnya.

Itulah sedikit dari banyaknya kisah hidup joki cilik di Pacuan Kuda Desa Panda, yang bernyali besar dan tak segan beradu cepar si lintasan dengan resiko yang cukup besar.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved