Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Jaksa: Bantahan Menantu Rizieq Shihab Tak Berbohong Kesimpulan Sepihak

JPU membantah pleidoi atau pembelaan Muhammad Hanif Alatas dalam perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Muhammad Hanif Alatas saat dihadirkan sebagai terdakwa kasus dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) membantah pleidoi atau pembelaan Muhammad Hanif Alatas dalam perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor.

Yakni bahwa Hanif tidak berbohong saat menyatakan Rizieq dalam kondisi sehat ketika dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020 lalu dengan alasan hasil tes swab PCR belum keluar.

Melalui replik atau jawaban atas pleidoi, JPU mengatakan klaim Hanif tersebut bersifat sepihak karena meski hasil tes swab PCR belum keluar Rizieq dirawat karena terindikasi terpapar Covid-19.

"Dalil terdakwa tersebut disimpulkan sepihak karena bukan hanya hasil swab PCR saja yang menentukan seseorang tersebut dikategorikan menjadi penderita Covid-19," kata JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

Alasannya sebelum Rizieq dirawat inap di RS UMMI Bogor dia lebih dulu menjalani rapid test antigen dilakukan Tim Mer-C dengan hasil reaktif Covid-19, hasil tersebut yang membuat Rizieq dirawat.

Muhammad Hanif Alatas saat dihadirkan sebagai terdakwa kasus dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021). 
Muhammad Hanif Alatas saat dihadirkan sebagai terdakwa kasus dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Menurut JPU hasil rapid test antigen reaktif Covid-19 itu membuat Rizieq sudah bisa disebut sebagai penderita Covid-19 sehingga tidak dalam kondisi sehat sebagaimana pernyataan Hanif.

JPU juga menyebut Hanif berbohong karena pertimbangan kedatangan dikurangi Hadiki dari Tim Mer-C yang melakukan rapid test antigen berdasar permintaan Hanif sebagai menantu.

Baca juga: Bukan Berikan Contoh Baik ke Warganya, Empat Kades di Jember Malah jadi Pecandu Sabu

Baca juga: 700 Jenazah Dimakamkan Protap Covid-19 tapi Nyatanya Tak Terpapar, Keluarga Akhirnya Bongkar Makam

Baca juga: Pasutri Terpaksa Tinggal di Kandang Ayam Bersama Peliharaannya, Sudah Akrab dengan Aroma Tak Sedap

"Yang mana setiap orang yang suspect, dan probable berdasarkan swab antigen juga dikategorikan sebagai penderita Covid-19. Dari rangkaian fakta tersebut bahwa terdakwa Hanif Alatas mengetahui bahwa saksi Rizieq dirawat di RS UMMI Bogor karena menderita Covid-19," ujarnya.

JPU menyebut sebagai seorang menantu mustahil Hanif tidak menanyakan hasil rapid test antigen Rizieq karena ikut mendampingi perawatan selama berada di RS UMMI Bogor hingga keluar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved