Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pulang Liburan dari Bali, 1 Keluarga di RW 03 Setu Dijemput Satgas Covid-19 ke Wisma Atlet

Satu keluarga di RW 03 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur dijemput Satgas Covid-19 ke RSDC Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Satgas Covid jemput satu keluarga di RW 03 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur yang terkonfirmasi Covid-19, Senin (14/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Satu keluarga di RW 03 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur dijemput Satgas Covid-19 ke RSDC Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

Setelah satu di antara anggota keluarga Nurkholis pulang liburan dari Bali.

Seluruh keluarganya yang terdiri dari 10 jiwa terkonfirmasi positif Covid-19.

Di mana tiga di antaranya telah lebih dulu menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Adhyaksa dan sisanya memilih isolasi mandiri.

Namun lantaran ada laporan dari warga sekitar.

Satgas Covid-19 melakukan penjemputan terhadap ketujuhnyadan langsung dibawa menggunakan bus sekolah.

"Bus sekolah menjemput ke sini, menjemput warga yang terpapar 7 orang yang sebenarnya 10 orang. Sebab tiga di antaranya sebelumnya sudah dievakuasi ke rumah sakit Adhyaksa," kata Lurah Setu, Jenuri kepada awak media, Senin (14/6/2021).

Berdasar keterangan warga, keluarga tersebut masih keluar rumah ketika malam hari.

Sehingga petugas melakukan pendekatan secara persuasif agar mau dirujuk ke RSDC Wisma Atlet.

Baca juga: Pabrik Tiner di Curug Tangerang Kebakaran, 6 Mobil Damkar Diterjun ke Lokasi

Baca juga: Presiden Jokowi Tengok Vaksinasi Massal di Pemkot Tangerang Besok, Ada Rekayasa Lalin Sementara

Baca juga: Densus 88 Tangkap Asisten Dosen di Pekanbaru, Istri: Abang Lagi Cuci Piring Tiba-tiba Pintu Digedor

Akhirnya, upaya tersebut membuahkan hasil dan ketujuhnya telah dirujuk ke RSDC Wisma Atlet pada sore hari.

"Awalnya nggak mau dievakuasi karena mau isolasi mandiri, tapi di lingkungannya merasa kurang nyaman karena ada anak kecil yang keluar-keluar.

Warga merasa keberatan lebih nyaman biar warga yang terpapar itu juga lebih baik di isolasi di rumah sakit. Kiita lakukan negosiasi dengan keluarga. Aawalnya tidak mau, akhirnya mau," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved