Bobol Rumah Warga Kebon Pala, 7 Maling Gunakan Modus Pegawai Kelurahan dan Hipnotis

Komplotan pencuri beranggotakan tujuh pria yang beraksi pada Rabu (9/6/2021) sekira pukul 11.50 WIB itu diduga menggunakan hipnotis.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
istimewa
Kapolsek Makasar Kompol Tumpak Ferison Hutagaol dan Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen saat proses olah TKP di rumah Damar, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Komplotan maling yang membobol rumah warga di Jalan Masjid Al-Falah, RT 07/RW 02, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur tak hanya bermodus menjadi petugas Kelurahan.

Berdasar penyelidikan jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar komplotan pencuri beranggotakan tujuh pria yang beraksi pada Rabu (9/6/2021) sekira pukul 11.50 WIB itu diduga menggunakan hipnotis.

Kanit Reskrim Polsek Makasar Iptu Mochamad Zen mengatakan dugaan tersebut berdasar keterangan asisten rumah tangga (ART) pemilik rumah yang saat kejadian berada di lokasi.

"Satu pelaku awalnya datang mengaku sebagai petugas Kelurahan meminta kedua ART untuk keluar rumah karena akan dilakukan pengukuran jalan dan penebangan pohon," kata Zen di Makasar, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Foto-foto 5 Wanita yang Temani Sekda Nias Utara Pesta Narkoba, Gayanya di Kantor Polisi Bikin Salfok

Permintaan yang bertujuan mengalihkan perhatian agar rekan pelaku masuk ke rumah pun dituruti kedua ART yang bekerja di rumah milik Damar Wicaksono (30), yakni Nova dan Muhiddin.

Kala perhatian Nova dan Muhiddin teralihkan karena menjawab pertanyaan pelaku terkait akal bulus proyek pelebaran jalan dan pemotongan pohon itu enam rekan pelaku datang dari arah berlawanan.

Menaiki tiga sepeda motor secara berboncengan enam pelaku berhenti tepat depan rumah Damar, empat di antaranya masuk ke rumah secara bergantian sementara dua menunggu di luar.

Baca juga: Ngajar Ngaji Sambil Berhadapan, Tangan Guru Cabul Malah Gerayangan ke Bagian Terlarang Korban

"Saat pelaku masuk rumah ini ART yang perempuan (Nova) ini melihat pelaku dan merasa curiga. Namun keterangannya saat kejadian itu badannya tiba-tiba merasa berat dan susah bergerak," ujarnya.

Kurang dari lima menit masuk ke rumah empat pelaku keluar membawa hasil rampasan uang jutaan rupiah dan dua unit handphone, mereka kabur bersama kedua rekan yang menunggu di luar.

'Kesadaran' Nova yang sebelumnya diduga dihipnotis baru kembali tidak lama setelah pelaku yang bermodus sebagai petugas Kelurahan dengan penampilan rapih meninggalkan lokasi.

"Saat kedua ART ini masuk rumah kamar di lantai satu dan dua sudah dalam keadaan berantakan. Melapor lah mereka ke pemilik rumah, setelah dicek istri pemilik rumah ternyata uang simpanan di lemari hilang," tuturnya.

Baca juga: Persija Jakarta Dilatih Eks Asisten Antonio Conte, Jakmania Lenteng Agung Kaget: Kirain Luis Milla

Zen menuturkan jajarannya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan bukti rekaman CCTV yang menyorot saat pelaku masuk membobol rumah Damar dan meminta keterangan saksi.

Hingga kini sudah tiga saksi yang diperiksa, Nova, Muhiddin, dan seorang warga yang saat kejadian sempat melihat pelaku namun perhatiannya teralihkan sehingga tak menyadari kejadian.

"Jadi ART-nya ini saat kejadian enggak sadar, dan enggak luka. Makannya kasus ini 363 (pencurian disertai pemberatan) bukan 365 (pencurian disertai kekerasan). Kita sudah minta pemilik rumah yang jadi korban melapor," lanjut Zen.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved