Waspada 6 Tanda Serangan Jantung saat Olahraga, Apa yang Harus Dilakukan?
Hati-hati, ini 6 tanda serangan jantung saat olahgara. Apa yang harus dilakukan saat mengalaminya?
TRIBUNJAKARTA.COM - Hati-hati, ini 6 tanda serangan jantung saat olahgara. Apa yang harus dilakukan saat mengalaminya?
Serangan jantung bukan hanya mengintai orang yang malas bergerak (mager), perokok, dan pemilik gaya hidup tak sehat lainnya.
Orang berusia muda yang rajin olahraga dan punya gaya hidup sehat, seperti atlet, juga tak luput dari ancaman serangan jantung.
Dokter ahli jantung dari RS Mount Elizabeth Singapura Dr Paul Chiam menjelaskan, penyebab serangan jantung saat olahraga paling banyak berasal dari gangguan irama jantung atau aritmia.
Gangguan irama jantung tersebut jamak disebabkan gangguan penebalan otot jantung (kardiomiopati hipertrofik) serta kelainan kelistrikan jantung bawaan.
Menurut Dr Chiam, serangan jantung saat olahraga karena gangguan irama jantung tersebut lebih rentan dialami pria ketimbang wanita.
Baca juga: Kerap Nyeri Payudara Jelang Menstruasi? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Untuk itu, pemilik gangguan irama jantung atau aritmia wajib berkonsultasi ke dokter dan tenaga profesional medis kebugaran sebelum melakoni olahraga yang sifatnya ekstrem atau berat.
Orang yang punya keluarga dengan riwayat penyakit jantung atau serangan jantung mendadak serta pernah pingsan saat olahraga juga perlu melakukan pemeriksaan jantung sebelum menjalankan olahraga berat.
Berikut tanda serangan jantung saat olahraga
Melansir Healthline, olahraga sangat penting untuk membantu mencegah penyakit jantung. Aktivitas fisik ini umumnya aman bagi kebanyakan orang, tetapi ada beberapa pengecualian.
Baca juga: 5 Penyebab Keringat Dingin yang Patut Kamu Waspadai, Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung
Baca juga: 5 Obat Tradisional Ini Berkhasiat Meredakan Sesak Napas, Apa Saja?
Baca juga: Akui Ada Hikmah di Balik Perginya Kalina Oktarani dari Rumah, Vicky Prasetyo Nangis: Saya Senang
Pengidap penyakit jantung serta orang yang berisiko terkena penyakit jantung seperti perokok, punya diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kegemukan, dan berasal dari keluarga penderita penyakit jantung perlu mewaspadai serangan jantung saat olahraga.
Terlebih lagi bagi Anda yang memiliki lebih dari faktor risiko penyakit jantung di atas.
Jika Anda baru merencanakan program olahraga, coba awali dengan olahraga berintensitas ringan untuk menimalkan risiko serangan jantung.
Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan arahan porsi yang tepat dan aman.
Selain itu, pastikan Anda mengetahui tanda-tanda serangan jantung saat olahraga berikut:
Dada terasa tidak nyaman
Sebelum terjadi serangan jantung dengan gejala sakit dada yang intens dan tiba-tiba, sebelumnya penderita rasa tidak nyaman di bagian dada. Rasa tidak nyaman tersebut bisa seperti ditekan, diremas, atau sesak.
Rasa tidak nyaman di dada tersebut terkadang ringan dan timbul tenggelam. Pastikan Anda segera setop berolahraga dan mencari pertolongan medis jika dada tak nyaman selama beberapa menit.
Sesak napas
Jika dada terasa tidak nyaman diikuti sesak napas atau napas jadi pendek-pendek saat olahraga juga bisa jadi gejala serangan jantung. Namun ingat, terkadang gejala ini tidak diawali masalah di bagian dada.
Pusing
Aktivitas fisik dan olahraga terkadang bisa menimbulkan rasa lelah sampai pusing, terutama bagi orang yang tak terbiasa menjalaninya. Akan tetapi, hati-hati jika Anda yang sudah biasa olahraga tiba-tiba pusing. Hal itu bisa jadi tanda serangan jantung dan alarm untuk segera setop berolahraga.
Detak jantung tidak seperti biasanya
Olahraga intens biasanya membuat detak jantung jadi lebih cepat selama beberapa saat. Namun, hati-hati jika detak jantung jadi tidak beraturan atau berdebar-debar tak keruan. Segera berhenti olahraga dan minta pertolongan medis.
Keluar keringat dingin dan mual
Hal yang lumrah jika Anda berkeringat sepanjang berolahraga. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah keluarnya keringat dingin disertai mual karena bisa jadi gejala serangan jantung.
Rasa tidak nyaman di lengan, punggung, leher, rahang, perut
Tak hanya bagian dada, serangan jantung juga bisa memengaruhi bagian tubuh sekitarnya.
Selain nyeri dada, ciri-ciri serangan jantung juga bisa berupa rasa tidak nyaman atau nyeri seperti ditekan di bagian lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
Rasa tidak nyaman tersebut biasanya menyebar dari dada ke bagian tubuh sekitarnya. Jika Anda merasakan tanda-tanda serangan jantung saat olahraga di atas, segera setop dan cari bantuan medis.
Setiap detik sangat berharga. Menurut American Heart Association, jeda tunggu paling lama bagi penderita untuk mendapatkan pertolongan medis, yakni lima menit.
Tanpa bantuan medis yang cepat dan tepat, pengidap serangan jantung bisa mengalami henti jantung yang berujung fatal.
Baca juga: Capek Ngumpulin Uang dari Hasil Jualan, Uang Rp 30 Juta Siti Dicuri Pria Modus Mau Beli Dagangan
Apa yang harus dilakukan jika mengalami serangan jantung?
Jika ada orang lain di sekitar Anda, beri tahu mereka untuk tetap bersama Anda sampai petugas medis datang.
Menelepon nomor darurat medis biasanya merupakan cara tercepat untuk mendapatkan perawatan darurat, dibandingkan dengan meminta seseorang untuk mengantar Anda ke rumah sakit dengan mobil.
Petugas medis telah dilatih untuk memulihkan kembali orang yang mengalami serangan jantung dan juga dapat membawa Anda ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin.
1. Jika Anda berada di ruang publik seperti toko, sekolah, perpustakaan, atau tempat kerja, ada kemungkinan tersedia defibrillator di sana.
Defibrillator adalah jenis perangkat yang digunakan untuk memulihkan kembali orang yang mengalami serangan jantung.
Jika Anda masih sadar pada awal serangan jantung, instruksikan seseorang di sekitar untuk menemukan defibrilator terdekat.
Kebanyakan defibrillator dilengkapi dengan instruksi yang mudah digunakan. Jadi mungkin bagi pekerja non-medis masih bisa menggunakannya.
Selain itu, saat Anda masih sadar, minum aspirin dalam dosis normal (325 miligram) bisa Anda lakukan jika Anda memilikinya.
Aspirin bekerja dengan memperlambat kemampuan darah untuk membeku. Selama serangan jantung, aspirin dapat bekerja dengan memperlambat pembekuan darah dan meminimalkan ukuran gumpalan darah yang mungkin terbentuk.
Setelah petugas medis tiba, mereka kemudian akan membawa Anda ke rumah sakit, di mana Anda akan menerima perawatan sesuai kebutuhan.
2. Jika Anda sendirian dan mengalami salah satu tanda atau gejala serangan jantung di atas, sebisa mungkin untuk segera menghubungi nomor darurat medis terdekat segera.
Minumlah aspirin jika Anda memilikinya.
Jika Anda berada berada di rumah atau ruangan, buka kunci pintu Anda dan berbaring di dekatnya, sehingga petugas medis dapat dengan mudah menemukan Anda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/olahraga_20180212_180137.jpg)