Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Varian Baru Covid-19 Belum Ditemukan di Kota Depok

Varian baru Covid-19 ini disebut dengan B.1.1.7 atau Alfa, kemudian B.1.352 atau Beta, dan varian Delta

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Ilustrasi. Varian baru Covid-19 ini belum ditemukan di daerah Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Varian baru Covid-19 mulai terdeteksi di sejumlah daerah di Indonesia, satu di antaranya adalah di DKI Jakarta.

Untuk informasi, varian baru Covid-19 ini disebut dengan B.1.1.7 atau Alfa, kemudian B.1.352 atau Beta, dan varian Delta.

Namun demikian, varian baru Covid-19 ini belum ditemukan di daerah penyanggah ibu kota, seperti di Kota Depok, yang menjadi daerah pertama temuan virus Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, pihaknya belum menerima adanya laporan temuan kasus varian baru Covid-19 ini.

"Untuk di Depok belum ada laporan ya untuk yang Alfa, Beta," kata Dadang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Segarnya Suasana Taman Piknik, Ruang Hijau Tersembunyi di Balik Hiruk Pikuk Jalan Raya Kalimalang

Dadang menuturkan, pihaknya akan menerima laporan tersebut dari laborateium atau pun rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

"Dari lab (laboratorium) atau pun rumah sakit," katanya singkat.

Namun demikian, Dadang berujar bahwa kasus baru terus mengalami kenaikan hingga saat ini.

Baca juga: Hanya Perkara Ayam Seekor, Pemuda Tega Bacok Sepupunya Sendiri Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

"Dalam Minggu ini memang terjadi peningkatan kasus harian kita 350 kasus dan hari ini bertambah 122 kasus," ujar Dadang.

Dadang mengatakan, positif rate juga terus meningkat hingga saat ini dan telah mencapai angka 30 persen.

Pekan sebelumnya, positif rate di Kota Depok berada di angka 25 persen.

Baca juga: Pelarian Penyiram Air Keras ke Guru TK Berakhir, Saling Bantah Pelaku dan Korban Soal Kisah Cinta

Itu artinya, terjadi kenaikan positif rate hingga lima persen dalam waktu sepekan ini.

"Positif rate kita fluktuaktif dan saat ini berada di kisaran 30 persen dimana Minggu lalu kita berada di 25 persen," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved