Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Kasus Covid-19 Melonjak, Ruang Isolasi Pasien di Rumah Sakit Depok Bakal Ditambah

Ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Depok bakal ditambah, imbas melonjaknya kasus baru sepekan belakangan.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Y Gustaman
ISTIMEWA/Damkar Kota Depok
Wisma Makara UI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Depok bakal ditambah, imbas melonjaknya kasus baru sepekan belakangan.

Lonjakan kasus Covid-19 ini berdampak pada menipisnya daya tampung rumah sakit dan beberapa tempat isolasi pasien Covid-19 di Kota Depok.

Seperti di Wisma Makara dan Gedung Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia yang dialihfungsikan menjadi tempat isolasi, kini kapasitasnya sudah mencapai 100 persen terisi.

“Saat ini yang sedang kita upayakan adalah penambahan ruang isolasi di rumah sakit," ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, melalui sambungan telepon, Kamis (17/6/2021).

Dadang menjelaskan, ada beberapa rumah sakit yang saat ini akan menambah kapasitas untuk ruang perawatan.

Baca juga: Belasan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Berstatus OTG dan Telah Disuntik Vaksin

Sejumlah rumah sakit yang tengah diupayakan untuk ditambah ruang isolasinya adalah Rumah Sakit Bunda Margonda, di Kecamatan Beji.

“Ada RS Bunda Margonda yang sedang kami persiapkan, terus kemarin malam ada penambahan 10 bed di Rumah Sakit Grha Permata Ibu. Mudah-mudahan di RS Bunda dalam Minggu ini bisa terealisasi,” kata Dadang.

Sejumlah alat perawatan bagi pasien Covid-19 sedang disiapkan di Tower 8 RSD Wisma Atlet, Selasa (15/6/2021).
Sejumlah alat perawatan bagi pasien Covid-19 sedang disiapkan di Tower 8 RSD Wisma Atlet, Selasa (15/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

“Kemungkinan di RS Bunda ada sekitar 3 (penambahan bed), ini yang sedang kami persiapkan, itu terus berkembang, ada beberapa rumah sakit yang sedang dikoordinasikan untuk penambahan,” timpalnya lagi.

Terakhir, Dadang berujar bahwa penambahan ruang isolasi ini tentunya disesuaikan dengan sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki rumah sakit tersebut.

“Tentunya disesuaikan juga dengan fasilitas di rumah sakit, karena memang penambahan ruang isolasi harus disiapkan dengan sarpras dan SDM yang dimiliki RS tersebut. Jadi Minggu ini kita coba koordinasikan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved