Breaking News:

Pasien Covid-19 Gejala Berat Tangsel Ditolak Puskesmas Hingga Naik Motor ke RS di Kota Tangerang

Seorang penderita Covid-19 gejala berat di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat mendapat penolakan dari puskesmas.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
Freepik
Ilustrasi Virus Covid-19 

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Seorang penderita Covid-19 gejala berat di Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat mendapat penolakan dari puskesmas saat membutuhkan penanganan medis.

Pada Rabu (16/6/2021) kemarin, pasien yang enggan diungkapkan identitasnya tersebut, dalam kondisi isolasi mandiri, dan saturasinya memburuk.

Saat menghubungi pihak Satgas Covid-19 dalam hal ini puskesmas, pihak puskesmas enggan menangani lantaran tidak bisa memberikan rujukan dengan alasan penuh.

Sampai akhirnya pasien tersebut meminta bantuan komunitas relawan LaporCovid-19.

Baca juga: Gawat! Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Hari Ini Tembus 4.000, 10 Persen Kasusnya Berat dan Kritis

TribunJakarta.com mendapatkan kronologi penanganan pasien Covid-19 tersebut dari relawan LaporCovid-19 yang juga seorang dokter, Tri Maharani.

Tri menjelaskan bahwa dirinya mendapat aduan pasien Covid-19 tersebut pada Rabu petang. 

Tri berusaha mencari rumah sakit rujukan Covid-19 yang kosong agar pasien segera dirujuk, namun hasilnya nihil.

Beberapa rumah sakit yang ditanya melalui pesan sebaran mengaku penuh dan ada yang tidak menjawab. 

Baca juga: Video Mobil Ambulans Antre Bawa Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Rorotan Jakarta Utara

"Karena keadaan yang makin berat, dengan saturasi semakin turun, laporan terakhir (saturasi) 86, maka kita dengan segala kemampuan memcoba mendapatkan bantuan," ujar Tri.

Tripun berusaha mengontak Dinas Kesehatan Tangsel dan Puskesmas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved