Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Cemaskan PN Jakarta Timur Dikepung Massa, HRS: JPU Agar Hati-hati

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab angkat bicara terkait pernyataan klien mereka yang menyebut khawatir PN Jakarta Timur bakal dikepung massa

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rizieq Shihab saat membacakan duplik atau jawaban atas replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana pemberitahuan bohong tes swab RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/202). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Tim kuasa hukum Rizieq Shihab angkat bicara terkait pernyataan klien mereka yang menyebut khawatir Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal dikepung massa.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan pernyataan Rizieq dalam duplik perkara dugaan tindak pemberitahuan bohong kasus tes swab RS UMMI Bogor itu bentuk kekhawatiran.

Bahwa simpatisan datang pada sidang putusan perkara RS UMMI Bogor yang digelar Kamis (24/6/2021) karena emosi dengan replik JPU yang menyebut julukan Imam Besar hanya isapan jempol.

"Sebenarnya kekhawatiran Habib karena ada pernyataan dari Jaksa melalui repliknya yang lalu sehingga dikhawatirkan oleh Habib akan memicu marahnya umat seperti itu," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Alasannya menurut Rizieq pernyataan JPU dalam replik dibacakan pada sidang Senin (14/6/2021) sudah tersebar luas dan diketahui simpatisan yang menobatkan julukan Imam Besar.

Dalam duplik yang dibuat pribadi dari Rutan Bareskrim Polri Rizieq menyebut khawatir kerumunan massa di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020 lalu saat dia tiba akan terulang.

"Tapi Insya Allah kami yakin kondisinya (Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat sidang putusan) akan kondusif karena aparat keamanan sudah antisipasi dan bekerja dengan sangat baik," ujar Aziz.

Perihal apa Rizieq mengimbau agar simpatisan tidak datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada sidang putusan perkara RS UMMI Bogor, Aziz mengaku belum dapat memastikan.

Dia hanya menuturkan tim kuasa hukum fokus pada upaya hukum membela Rizieq agar divonis bebas dari tuntutan JPU yang meminta vonis enam tahun penjara dalam kasus tes swab RS UMMI Bogor.

Baca juga: LSM TOPAN-AD Laporkan Dugaan Pungli Pelaksaan Pendidikan Tingkat SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi

Baca juga: Komunitas Brompton Kritik Wacana Pembongkaran Jalur Sepeda di Jalan Sudirman-Thamrin

Baca juga: Rusun Nagrak akan Dijadikan Lokasi Isolasi Covid-19, Penghuni Was-was

"Saya belum tahu kalau dari Habib Rizieq dan terdakwa lainnya, kalau kami lebih fokus kepada permasalahan hukumnya saja. Saya hanya menanggapi terkait dengan masalah hukumnya saja," tuturnya.

Sebelumnya Rizieq menanggapi replik JPU yang menyinggung julukan Imam Besar dari simpatisan eks Front Pembela Islam (FPI) hanya isapan jempol, dalam dupliknya dia mengaku tidak tersinggung.

Menurutnya secara pribadi dia tidak pernah mengklaim julukan Imam Besar karena merasa memiliki kekurangan, namun dia khawatir isi replik JPU itu justru menyinggung simpatisan.

"Nasihat saya kepada JPU agar hati-hati. Jangan menantang para pecinta, karena cinta itu punya kekuatan dahsyat yang tak kan pernah takut akan tantangan," kata Rizieq saat membacakan duplik.

Rizieq mengatakan pernyataan JPU bahwa julukan Imam Besar untuknya hanya isapan jempol berisiko dianggap tantangan oleh simpatisan eks FPI sehingga melakukan pergerakan.

Dia beralasan khawatir bahwa simpatisan eks FPI bakal datang pada sidang Kamis (24/6/2021) yang beragenda putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk kasus RS UMMI Bogor.

"Apalagi jika 7,5 juta peserta Aksi 212 tahun 2016 , terlebih-lebih 15 juta peserta Reuni 212 Tahun 2018, yang datang berbondong-bondong mengepung pengadilan ini untuk menyambut tantangan JPU sekaligus membuktikan kekuatan cinta mereka," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved