Sambil Ditunggu Polisi, Pria Pembacok Tetangga Pamitan ke Anak: Ayah Lama Pulangnya, Baik-baik Ya

Ditunggu polisi, Alhadi alias Adi (35) warga Pangkalpinang, Bangka Belitung berpamitan dengan sang anak sambil menahan tangisnya.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Wahyu Aji
YouTube/ TIM BUSER NAGA POLRES PANGKALPINANG
Alhadi alias Adi nasihati anak sebelum dirinya diringkus polisi karena melakukan pembacokan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ditunggu polisi, Alhadi alias Adi (35) warga Pangkalpinang, Bangka Belitung berpamitan dengan sang anak sambil menahan tangisnya.

Adi berpesan agar putrinya tidak nakal selama dirinya pergi.

Kepada sang putri, Alhadi yang melakukan pembacokan kepada tetangganya ini berpura-pura harus pergi bekerja dan telah dijemput teman-temannya.

"Ayah kerja ya, jangan nakal,"

Baca juga: Boy William Beri Pertanyaan Sensitif Soal Afgan, Rossa Panik Pilih Jawab Singkat: Itu Rahasia!

"Ayah lama pulangnya, tapi pasti pulang," tutur Adi seraya mendekap sang anak dikutip dari YouTube TIM BUSER NAGA POLRES PANGKALPINANG, Jumat (18/6/2021).

Adi berpesan agar putrinya menjadi anak penurut saat dirinya tidak ada.

Kepada sang putri, Adi mengaku polisi dari Tim Buser Naga yang sedang menunggunya adalah teman-temannya.

"Baik-baik ya, kalau dibilangin jangan ya jangan, harus nurut ya,"

"Ayah kerja nak, ayah udah dijemput sama temen-temen ayah, udah ya," pamit Adi sembari mencium sang putri beberapa kali.

Follow juga:

Setelah berpamitan, Adi dibawa polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, penangkapan pelaku terjadi pada tanggal 10 Juni 2021.

Sedangkan kejadian penganiayaan yang dilakukan pelaku terjadi sehari sebelumnya.

Baca juga: Dituding Umbar Aib, Kalina Oktarani Ungkap Alasan Bongkar Masalah dengan Vicky Prasetyo ke Publik

"Kami berhasil menangkap pelaku penganiayaan berat yang mengakibatkan korban robek dibagian kepala, bahu, dan tangan," jelasnya.

Pelaku, masih kata Adi Putra, bertetanggan dengan korban.

Saat kejadian, korban menghampiri pelaku yang diduga memarahi anaknya di rumah.

"Pelaku ada membentak atau memarahi anaknya, sehingga terjadi keributan yang menganggu aktivitas malam itu ke korban,"

"Maka korban mendatangi rumah pelaku, menegor pelaku jangan terlalu bising," sambung Adi Putra.

Baca juga: Lembaran Baru Bismillah Kata Alvin Faiz Resmi Menduda, Larrisa Chou Bawa Anak Tinggal di Luar Kota

Namun pelaku membantah disebut memarahi anaknya. Pelaku mengaku sedang mengajari anaknya belajar.

Meski begitu, pelaku keburu emosi ketika ditegur korban hingga akhirnya terjadi cekcok mulut.

Pelaku mengambil sebilah parang dari dalam rumahnya kemudian diayunkan ke arah korban.

"Pelaku mengeluarkan parang dari rumah, mengejar korban lalu membacok korban," sambungnya.

Sementara itu dikatakan pelaku, ia mengaku tak ingat berapa kali mengayunkan parang ke tubuh korban.

Pelaku juga mengaku sempat berkelahi dengan korban sampai parang yang dipegangnya terlepas.

Baca juga: Denise Cadel Buat Pengakuan Mengejutkan saat Lupa Matikan Live IG, Uya Kuya Ngakak: Makasih Netizen!

"Tidak tahu berapa kali saya ayunkan parang, kami juga sempat berkelahi hingga parang yang saya pegang lepas," ucapnya.

Dikatakan Adi Putra, saat ini pelaku sedang dalam tahap pemeriksaan.

"Alhamdulillah tidak sampai 24 jam pelaku berhasil kami amankan dan saat ini dalam pemeriksaan," kata Adi Putra.

Bacok sepupu karena ayam

Peristiwa serupa terjadi di Sulawesi Selatan.

Hanya karena ayam seekor membuat seorang pemuda berinisial AN (33) tega membacok sepupunya sendiri yang berinisial AK (54).

Peristiwa itu terjadi di Desa Mataallo, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Usai membuat sepupunya terluka akibat bacokannya, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Insiden ini terjadi pada Minggu (13/6/2021) malam.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, kasus bermula ketika orban AK datang ke depan rumah pelaku AN dengan membawa jagung.

Hal itu membuat pelaku bertanya untuk apa jagung yang dibawa korban tersebut.

Saat itu korban sempat mengeluarkan nada kasar dan emosi.

Ia menjawab bahwa jagung tersebut akan dipakai untuk makanan ayam.

Mendengar perkataan korban yang kasar, pelaku menjawab datar tanpa emosi.

Kemudian meninggalkan lokasi menuju ke kebun untuk mengambil sapi peliharaannya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Meroket, Kapolri Belum Berencana Batalkan Izin Penyelenggaraan Liga 1

"Saat itu pelaku tidak melakukan tindakan apapun tapi pergi meninggalkan lokasi mencari sapi peliharaannya," ujar Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Tambunan saat menggelar jumpa pers di halaman kantor Polsek Bontomarannu, Selasa (15/6/2021) siang.

Sepulang mencari sapi, pelaku kembali ke rumah dan saat itu AN masih melihat AK berada di sekitar rumahnya.

AN kembali keluar rumah membeli obat nyamuk dan pulang sekira pukul 22.30 WITA dan melihat ayam miliknya telah hilang.

Pelaku menduga korban adalah pelakunya lalu ia mencarinya.

Ketika itu korban ditemukan sementara bermain kartu joker di rumah warga.

"Pelaku saat itu memanggil korban dan bertanya terkait ayam miliknya yang telah hilang, namun jawaban korban menyinggung perasaan dan mendorong pelaku," beber Tambunan

Karena tindakan korban tidak diterima, pelaku pun mengancam untuk memarangi korban.

Namun korban balik menantang, kemudian pelaku mengayunkan parang miliknya ke arah pelipis kiri dan pergelangan tangan kiri lalu meninggalkan TKP.

Pada Minggu (13/6/2021) dini hari, pelaku menyerahkan diri bersama sebilah parang yang digunakan saat beraksi.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Emosi Gara-gara Ayamnya Hilang, Seorang Pria di Gowa Tega Parangi Sepupunya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved