Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Gelontorkan Rp 100 Miliar, Pemkot Tangsel Operasikan RSU Serpong Utara Rawat Pasien Covid-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya mengoperasikan Rumah Sakit Umum (RSU) Serpong Utara

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Fasad RSUD Serpong Utara, Jalan Raya Serpong, Pakulonan, Serpong Utara, Tangsel, Senin (21/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG UTARA - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya mengoperasikan Rumah Sakit Umum (RSU) Serpong Utara yang dikhususkan untuk pasien Covid-19

Sebelumnya, rumah sakit yang diresmikan oleh Wali Kota Airin Rachmi Diany tiga bulan lalu itu terkendala masalah dana operasional.

Namun, karena kasus Covid-19 yang melejit naik, upaya pendanaan operasionalpun diusahakan.

"Saya mengoperasikan rumah sakit serpong utara ada enam ICU di sana dan ada paling tidak minimum 70 tempat tidur isolasi, bahkan bisa di tingkatkan jadi 100 tempat tidur isolasi, itu yang kita lakukan hari ini dan kemarin. Mudah-mudahan ini bisa membantu," kata Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di, Kantor DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Senin (21/6/2021).

Benyamin menjelaskan bahwa prosedur untuk perawatan di RSUD Serpong Utara, sama dengan rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya. 

"Biasa, kalau prosedur penerimaan seperti biasa, syukur masyarakat bisa mengakses 119. Kemudian 119 nanti akan menyalurkan ke mana ada rumah sakit yang kosong."

"Kalau tidak itu silahkan ke Puskesmas di transit dulu di Puskesmas ditangani sementara nanti baru dijalankan di sana," paparnya.

Baca juga: Langkah Tegas Wali Kota Tangsel Bikin Warganya Tenang: Lockdown Saja, Jangan Ragu ragu

Sementara, Sekretaris Daerah Tangsel, Bambang Noertjahjo, mengatakan, operasional RSUD Serpong Utara saat ini menggunakan dana cadangan.

"Persesiapan anggaran ya pasti ada. Hanya kalau kita bicara 'apakah sudah full banget?' Ya memang semuanya kita menggunakan startegi bertahap. Kekuatan kita memang seperti itu."

"Tapi pada dasarnya, kalau sudah beroperasi, artinya kita sudah memiliki cadangan anggaran yang memang sudah dialokasikan untuk pelaksanaan itu," kata Bambang.

Dana operaisonalpun dianggarkan sebesar Rp 100 miliar lebih demi rumah sakit khusus pasien Covid-19 itu untuk pelayanan ke depannya.

Dana besar tersebut akan dianggarkan pada APBD perubahan 2021, hingga APBD 2022, termasuk tambahan bantuan dari Provinsi Banten. 

"Oh itu bertahap. Kalau bicara kebutuhan total ya mungkin lebih dari itu. Tapi kita akan bertahap memenuhi kebutuhan itu di perubahan dan juga di 2022," ujar Bambang.  (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved