Kabar Baik, 80 Warga Kelurahan Gerendeng Tangerang Sudah Sembuh dari Covid-19

Camat Karawaci, Wawan Fauzi mengatakan kalau sebagian besar dari mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Ega Alfreda
RT 01,02, 03, dan 04 RW 11 Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang menjadi klaster penyebaran Covid-19, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kabar baik, sebanyak 80 warga di RW 11, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang sudah sembuh dari Covid-19.

Diberitakan sebelumnya, kalau ada sekira 90 warga kelurahan tersebut yang terinfeksi Virus Corona.

Camat Karawaci, Wawan Fauzi mengatakan kalau sebagian besar dari mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

"Sudah. Sudah pada pulang dari rumah isolasi terkonsentrasi (RIT). Sekarang posisinya sudah di rumah masing-masing," ujar Wawan saat ditelepon, Selasa (22/6/2021).

Sementara, Lurah Gerendeng, Nasron, ke-80 warga di RW 11 tersebut sudah menjalani isolasi di RIT.

Mereka telah isolasi di Puskesmas Panunggangan Barat dan Gebang Jaya selama 14 hari.

"InshaAllah sudah sehat semua. Mereka sudah di rumah masing-masing setelah 2 minggu isolasi," jelas Nasron.

Walau begitu, kelurahan dan Satgas Penanggulangan Covid-19 di wilayah setempat, masih terus melakukan pengawasan.

Juga mengingatkan masyarakat untuk tetap ketat menerapkan protokol kesehatan.

Agar penularan virus Covid-19 secara massal tidak terulang kembali.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 80 warga di RW 11 Kelurahan Gerendeng, terpapar virus Covid-19.

Hal tersebut dipicu karena adanya warga yang nekad mudik, kemudian saat kembali tak lapor ke Satgas setempat.

Diberitakan, karena kasus Covid-19 meroket, Pemerintah Kota Tangerang terpaksa menyulap kembali sebuah gedung sekolah menjadi tempat isolasi mandiri atau Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT).

Adalah SMPN 27 yang dalam waktu dekat akan dijadikan RIT untuk pasien Covid-19 berstatus OTG, sampai bergejala ringan dan sedang.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi adanya kelonjakan pasien Covid-19.

"Kita sudah cek kondisi gedung SMPN 27, yang nantinya bisa dipakai sebagai RIT. Karena kondisi rumah sakit dan RIT sudah penuh," ujar Arief saat dihubungi, Selasa (22/6/2021).

Kenapa SMPN 27, alasan dia karena dekat dengan Puskesmas Gebang Jaya Raya.

Puskesmas itu sendiri merupakan RIT yang digunakan sebagai tempat rawat inap pasien Covid-19.

"Nantinya petugas kesehatan juga bisa lebih efektif dan efisien karena jaraknya yang berdekatan dengan puskesmas," jelas Arief.

Ia mengaku pihaknya akan lebih fokus menekan angka kasus positif Covid-19.

Satu diantaranya yakni memperbanyak RIT di Kota Tangerang.

"Setelah selesai dipakai sebagai RIT akan disterilisasi kembali baik dengan disinfektan maupun sinar UV," sambung Arief.

Sebagai informasi, saat ini Pemkot Tangerang telah menyiapkan sebanyak tujuh fasilitas Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) dengan kapasitas tenpat tidur sebanyak 324 unit dimana telah terisi sebanyak 232 unit.

Sebelumnya, SMPN 30 Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Benda juga dijadikan RIT.

Lantaran RIT setempat yakni RIT Jurumudi Baru sudah penuh dengan Pasien Covid-19 sampai mengantre.

Arief R Wismansyah menjelaskan, RIT tambahan di SMPN 30 Tangerang dibuat untuk menampung pasien Covid-19 yang bergejala ringan sampai berat.

Baca juga: Petugas Satgas Covid-19 Kelapa Dua Wetan Pasok Kebutuhan Logistik Bagi Warga yang Isolasi Mandiri

Baca juga: Ketua DPRD DKI Minta Anies Baswedan Ubah Nama Jalan Kebon Sirih Jadi Jalan Ali Sadikin

Baca juga: Vaksinasi Massal di Stadion Patriot Bekasi Diikuti 8.000 Peserta, Ditargetkan 3 Jam Selesai

"RIT penuh jadi kita gunakan dulu ruang kelas. Itu pun karena Puskesmas Jurumudi, Kecamatan Benda, bersebelahan dengan SMPN 30," kata Arief.

Ia menjelaskan, untuk RIT Jurumudi sendiri sebenarnya menampung 70 pasien Covid-19.

Lalu dalam waktu dekat kelas di SMPN 30 yang bersebelahan dengan Puskesmas Jurumudi, akan menampung 150 pasien Covid-19.

"Rencananya 150 bed. Sekolah itu ada dua wing, kita pakai dulu wing yang satu, nanti kalau wing satu penuh, baru kita buka wing sebelahnya," ungkap Arief.

Rinciannya, setiap kelasnya bisa menampung paling banyak delapan bed.

Ruangannya yang disiapkan 19 ruangan, dengan begitu pasien Covid-19 bisa diatasi dengan secepat mungkin.

Langkah serupa juga bakal dilakukan di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Namun, Arief mengaku akan melakukan survey langsung terlebih dulu, untuk melihat kelayakan dan juga kesiapan SDM tenaga kesehatan di sana. 

Diberitakan sebelumnya, viral video yang memperlihatkan kondisi rumah isolasi terkonsentrasi (RIT) Jurumudi Baru penuh dengan pasien Covid-19.

Sebagai informasi, RIT merupakan tempat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 berstatus OTG yang disediakan Pemerintah Kota Tangerang.

Namun, sebuah video berdurasi sekira satu menit di RIT Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang mendadak viral.

Video tersebut menampilkan curahan hati seorang tenaga kesehatan (nakes) yang mencak-mencak karena kondisi RIT di Jurumudi penuh pasien Covid-19.

"Ini kita lagi nungguin nih dari Puskesmas Jurumudi Baru. Nih liatin nih, penuh kamarnya penuh semua full kita antre dari tadi nih. Nih mobil ambulans temen saya nih udah lama," curhat nakes tersebut sambil menunjukan kondisi RIT Jurumudi Baru. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved