Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 DKI Tembus 5.000 Kasus per Hari, Anies Tambah 34 RS Rujukan

Guna mengatasi lonjakan kasus, Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah rumah sakit rujukan Covid-19.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Pemprov DKI Jakarta
Ilustrasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, ada 34 rumah sakit baru yang dijadikan rujukan Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunaJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Guna mengatasi lonjakan kasus, Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah rumah sakit rujukan Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, ada 34 rumah sakit baru yang dijadikan rujukan Covid-19.

"Dengan penambahan kasus di Jakarta, kami menambah rumah sakit menjadi 140 rumah sakit untuk menangani Covid yang di awal bulan Juni 106 rumah sakit," ucapnya, Selasa (22/6/2021).

Kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 pun kini meningkat mencapai hampir 10.000 beda.

Baca juga: Daftar 31 Lokasi Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di DKI Jakarta, Kapasitas Capai 8.579 Tempat Tidur

"Ada 8.524 tempat tidur (ruang isolasi) dan 1.186 ruang ICU," ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini tak menampik fasilitas kesehatan di DKI Jakarta saat ini tengah mengalami krisis tempat tidur.

Hal ini tidak terlepas dari lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Catat, Inilah 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Pusat

Bahkan, dua hari terakhir ini pertambahan kasus harian Covid-19 di DKI Jakarta berada di atas 5.000 kasus.

"Ini perlu perhatian khusus bahwa Minggu (20/6/2021) lalu kita alami kasus harian tertinggi, yaitu 5.582 kasus baru," ucapnya, Selasa (22/6/2021).

"Ini artinya kita menghadapi situasi wabah yang berbeda dengan awal tahun kemarin. Besar kemungkinan adalah varian baru yang dengan mudah menular," tambahnya menjelaskan.

Baca juga: Syarat Mendaftar PPDB SMP Jalur Tahfiz Al Quran Kota Bekasi, Berikut Jadwal dan Metode Seleksinya

Anies pun mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Sebab, upaya yang dilakukan pemerintah tak akan berjalan maksimal bila tak ada keterlibatan dari masyarakat.

Baca juga: Kasus Positif Meningkat, Titik Penjemputan Pasien Covid-19 dengan Bus Sekolah Semakin Bertambah

"Ini mengirimkan pesan kepada kita semua bahwa kita menambah tempat tidur, menambah kapasitas rumah sakit, tapi lonjakan terlalu cepat," kata dia.

"Kalau saja minggu lalu tidak ditingkatkan kapasitasnya sudah tembus 100 persen. Sekaeang ada ruang untuk penambahan rumah sakit," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved